Tel Aviv,LiputanIslam.com-Presiden Amerika, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, berbicara tentang beragam hal dalam jumpa pers di museum Quds, Selasa (23/5).

Dalam pidatonya, Netanyahu menganggap persekutuan Israel-Amerika sebagai hal yang sangat penting. Dia mengklaim, Israel tak pernah memiliki kawan sebaik Amerika.

Menurut Netanyahu, dengan adanya ancaman Iran terhadap Israel dan negara-negara Arab, maka perdamaian Israel-Arab yang langgeng bisa diwujudkan.

Sebagai pembicara kedua, Trump menyinggung hubungan erat antara Washington dan Tel Aviv. Dia menyerukan upaya bersama untuk membasmi pemikiran takfiri yang menyebabkan terjadinya ledakan di Manchester.

Presiden Amerika membanjiri Rezim Zionis dengan pujian berlimpah dan menegaskan bahwa pemerintahannya akan selalu mendampingi Israel.

Dia lalu menyinggung pertemuannya dengan Raja Salman di Riyadh. Dia menambahkan, harus ada koalisi untuk memerangi radikalisme. Hal ini tidak akan terwujud sampai dunia mengakui eksistensi Israel secara resmi.

Dia menyebut Hizbullah dan Hamas sebagai kelompok teroris dan mengklaim, selama dia memerintah, Iran tak akan menuntut kehancuran Israel.

Trump menegaskan, pemerintahannya bersikeras untuk membentuk NATO Islam dan mewujudkan kesepakatan damai Israel-Palestina.

“Perdamaian memang sulit diwujudkan. Untuk meraihnya, kita mesti memperkuat negara kita. Hal ini akan terjadi dengan cara menghalangi Iran memperoleh senjata nuklir dan mendukung terorisme di dunia,”ujarnya.

Dalam kunjungan pertamanya ke Timur Tengah, Trump tiba di Tanah Pendudukan Senin (22/5) dengan pengawalan ketat. Dia berencana menemui para pejabat Israel dan PLO. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL