Kabul,LiputanIslam.com-Presiden AS pada hari Kamis (28/11) melakukan lawatan rahasia ke Afghanistan.

Gedung Putih mengumumkan, Donald Trump pergi ke Afghanistan untuk mengunjungi serdadu AS bertepatan dengan hari Thanksgiving. Dalam lawatan itu, Trump mendatangi pangkalan militer di Bagram, yang merupakan pangkalan militer AS terbesar di Afghanistan.

Menurut laporan jurnalis yang menyertai Trump, presiden AS sempat berpidato singkat saat bertemu serdadu AS. Trump mengatakan, perundingan dengan Taliban akan dimulai lagi, sebab dia percaya bahwa kelompok tersebut menghendaki perdamaian dengan AS.

Baca: Mulai Tahun Depan Israel Bebas Kunjungi Negara-negara Arab Teluk

Dalam pidatonya, Trump juga menegaskan bahwa ia berniat mengurangi jumlah serdadu AS di Afghanistan menjadi 8600 personel.

Dia juga membela keputusannya untuk mengurangi serdadu AS di Suriah. Trump mengklaim, serdadu AS yang bertahan di Suriah “sudah cukup” untuk membuat Washington menguasai sumber-sumber minyak di sana.

Dalam lawatan rahasia itu, Trump juga bertemu dan berbicara dengan Ashraf Ghani (presiden Afghanistan).

Para jurnalis di rombongan Trump mengatakan, mereka dilarang memublikasikan berita lawatan itu sesampainya mereka di Afghanistan. Pihak wartawan baru diizinkan mengabarkan lawatan itu setelah semua pertemuan Trump berakhir.

Mereka juga mengatakan, semua lampu pesawat yang membawa rombongan Trump dipadamkan sebelum mendarat. Pihak keamanan juga untuk sementara menyita telepon genggam dan perangkat lain yang bisa memancarkan sinyal. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*