Washington,LiputanIslam.com-Sejak Donald Trump mencalonkan diri sebagai presiden AS di tahun 2016, dia selalu mengecam kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) dan mengancam akan menarik Amerika keluar dari kesepakatan itu.

Namun, pernyataan-pernyataan Trump menunjukkan ketidaktahuannya akan isi dan proses tercapainya JCPOA. Ketidaktahuannya ini kontan memicu kritik pedas terhadapnya.

Trump pada Minggu (8/10) mengunggah cuitan di akun Twitter-nya yang berisi kritikan terhadap Bob Corker. Senator berpengaruh partai Republik ini dituduhnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas JCPOA.

Saat cuitannya dibalas oleh Corker, Trump dalam tweet lainnya menulis:”Bob Corker memberikan kesepakatan (nuklir) Iran kepada kita.”

Padahal Corker justru merupakan penentang JCPOA di Senat Amerika. Sejak masa Obama, dia sudah bersuara vokal terhadap kesepakatan ini.

Ketidaktahuan Trump soal proses JCPOA ini segera memicu kritikan pedas di dunia maya.

Jake Sherman, penulis senior di media Amerika, Politico, dalam akun Twitter-nya menulis:”Corker adalah penentang kesepakatan nuklir Iran.”

Ariyan Thabathabai, dosen asal Iran di universitas George Town, menulis:”Trump lupa bahwa usia kita masih mampu mengingat kejadian tahun 2015. Kecuali kudeta, segala hal telah dilakukan Corker demi menghentikan JCPOA.”

Ben Rhodes, konsultan politik luar negeri Obama dan termasuk anggota tim negosiator JCPOA, mengatakan bahwa Obama tahu persis detail-detail teknis kesepakatan nuklir ini. Dia menulis:”Trump tidak tahu apa sebenarnya isi JCPOA. Jarang sekali dia ditanya tentang masalah ini.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL