Washington,LiputanIslam.com-Donald Trump memberi peringatan kepada Suriah, Iran, dan Rusia terkait rencana sterilisasi Idlib dari teroris.

Melalui akun Twitter-nya, presiden AS mencuit,”Bashar Assad tidak boleh sembarangan menyerang provinsi Idlib. Jika Rusia dan Iran terlibat dalam bencana kemanusiaan ini, mereka telah melakukan kesalahan besar.”

“Ada kemungkinan ratusan ribu warga (Suriah) akan terbunuh. Jangan biarkan hal ini terjadi,”sambungnya.

Menlu Iran dalam kunjungan ke Suriah, Senin (3/9), mengatakan, sisa-sisa teroris, termasuk Jabhat al-Nusra, harus angkat kaki dari Suriah. Statemen Javad Zarif ini dipublikasikan secara luas oleh media-media dunia.

Terkait dengan bentuk kerjasama Iran dalam operasi pembebasan Idlib, jubir kemenlu Iran mengatakan, pemerintah Suriah, sebagai pihak yang berdaulat, pada akhirnya akan memerangi teroris dan mensterilkan semua wilayahnya dari mereka.

“Iran akan memberikan bantuan konsultasinya selama pemerintah Suriah membutuhkannya,”tandas Bahram Qassemi.

Qassemi menegaskan, pemerintah Damaskus bertekad melanjutkan kesuksesan menumpas terorisme di Idlib. Menurutnya, hal ini menyebabkan kepanikan sejumlah pendukung teroris hingga mereka melancarkan berbagai propaganda.

Media-media dan pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir mulai melancarkan propaganda atas Damaskus. Mereka mengklaim, pemerintah Suriah akan menggunakan senjata kimia dalam serangan ke Idlib.

Dalam sepekan terakhir, Rusia dan AS bersitegang soal Suriah. Moskow mengklaim, Barat (AS, Prancis, dan Inggris) sedang merencanakan serangan ke Suriah, dengan dalih tentara Suriah menggunakan senjata kimia.

Di lain pihak, AS menuduh Damaskus akan menghabisi para pemberontak di Idlib dengan senjata kimia. Washington mengancam akan memberi jawaban keras jika hal itu terjadi.

Para kepala negara Iran, Rusia, dan Turki akan bertemu di Teheran pada Jumat depan. Salah satu topik yang akan dibahas adalah Suriah dan situasi Idlib.

Menlu Rusia menyebut Suriah sebagai poros utama pertemuan segitiga tersebut. Sergei Lavrov menyatakan, tiga negara ini berfokus untuk membebaskan Idlib dari teroris. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*