Washington,LiputanIslam.com-Dalam pertemuan dengan para gubernur negara-negara bagian AS, Senin (27/2), Donald Trump menyatakan bahwa penambahan anggaran militer ini adalah bentuk pelaksanaan janjinya saat kampanye dan dilakukan demi ‘melindungi’ warga Amerika.

“Anggaran ini guna meningkatkan keamanan umum dan nasional. Penambahan bersejarah ini dilakukan untuk merehabilitasi militer AS yang telah melemah, di saat kita benar-benar membutuhkannya,”ujar Trump.

Sebelum ini, anggaran militer AS mencapai 600 milyar dolar dan merupakan anggaran terbesar militer di dunia. Menurut seorang pejabat AS, Trump berencana menambahnya hingga sepuluh persen.

Pejabat yang tak bersedia namanya disebutkan ini mengungkapkan, dengan tambahan 45 milyar dolar untuk anggaran militer, maka anggaran nonmiliter akan berkurang sebanyak 54 milyar dolar.

“Dengan demikian, kebanyakan lembaga-lembaga federal akan menghadapi pengurangan anggaran,”ungkapnya.

Para pejabat AS mengatakan, angka tambahan untuk kebutuhan militer diambil dari pengurangan anggaran Kementerian Luar Negeri, organisasi perlindungan lingkungan hidup, dan lembaga-lembaga nonmiliter AS yang lain.

Rencananya, usulan penambahan anggaran militer ini akan diajukan ke Kongres pada bulan Maret.

Sebelum ini, Trump pernah menyatakan bahwa AS tertinggal dari negara-negara lain dalam hal persenjataan nuklir. Menurutnya, AS tak boleh tertinggal dari selainnya dalam hal apa pun, bahkan dari sekutu-sekutunya.

Trump menentang kesepakatan nuklir AS dengan Rusia untuk mengurangi jumlah hulu ledak nuklir.”Akan sangat bagus jika tak ada negara yang memiliki senjata nuklir. Tapi jika negara-negara harus memilikinya, maka AS harus memiliki senjata nuklir terbaik,”ujarnya.

Dia menyatakan tak akan memperpanjang kesepakatan AS dengan Rusia ini, karena dia menganggapnya sebagai ‘kesepakatan yang buruk’ bagi AS. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL