Riyadh,LiputanIslam.com—Kampanye Anti Perdagangan Senjata (CAAT) melaporkan pada Kamis (10/11) bahwa penjualan senjata militer oleh Inggris kepada Arab Saudi akhir-akhir ini mengalami peningkatan yang sangat drastis, hampir mencapai 500 persen. Senjata-senjata itu terbukti telah digunakan oleh Koalisi militer pimpinan Arab Saudi untuk menyerang Yaman. Serangan ini pun telah menyebabkan bencana kemanusiaan di negara miskin itu.

Data yang dikumpulkan oleh CAAT menunjukkan bahwa pemerintah Inggris telah menjual senjata dan berbagai amunisi militer lainnya kepada Arab Saudi senilai 4.7 Milyar Pound Sterling, sejak perang Yaman dimulai pada Maret 2015 lalu.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi tersebut memutuskan pada Senin (6/11) untuk menutup seluruh akses menuju Yaman dan memblokir negara itu dari seluruh dunia.

Kebijakan pemerintah Inggris ini telah dikritik secara luas karena dianggap berkontribusi besar terhadap krisis jutaan manusia di Yaman.

Senjata buatan Inggris ini telah menghancurkan sekolah-sekolah dan berbagai infrastruktur penting lainnya, serta menghambat akses untuk bantuan dan memicu lahirnya wabah kolera di negara itu. Hingga kini, sekitar 10.000 Yaman telah meninggal dan 40.000 lainnya mengalami luka-luka sejak konflik ini pecah dua tahun lalu. 70 Persen penduduk Yaman, sangat membutuhkan bantuan darurat.

Ketua Eksekutif Asosiasi Perlindungan Anak, Kevin Watkins, mengatakan bahwa Inggris merupakan negara pelopor yang mengirimkan bantuan untuk Yaman, tetapi di saat yang sama menyediakan senjata serta mendukung negara-negara yang dilanda konflik untuk membunuh dan membuat anak-anak kelaparan. (fd/Gearsofbiz)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL