Javad-ZarifTeheran , LiputanIslam.com – Pemerintah Iran kembali menegaskan tidak ada tema rudal Iran dalam negosiasi nuklir Iran dengan Barat. Sedangkan terkait krisis Suriah, Teheran menyatakan negaranya sejak awal sampai sekarang tetap menganjurkan solusi diplomatik.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif dalam konferensi pers dengan sejawatnya dari Austria, Sebastian Kurz, di Teheran, Iran, Minggu (27/4/2014) mengatakan, “Kami tidak akan pernah membiarkan campurtangan pihak lain terhadap program pertahanan Iran.”

Ditanya wartawan TV ORF Austria mengapa Iran yang mengaku tidak berambisi meraih bom nuklir ternyata justru membuat rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir dan mencapai Eropa, Zarif menjawab, “Dasar pertanyaan Anda tidak benar, sebab metode pertahanan negara manapun ditentukan sesuai kebutuhan dan kemampuan pertahanannya.”

Dia menambahkan, “Rudal pertahanan Republik Islam Iran yang notabene tidak masuk dan tidak akan pernah masuk dalam materi negosiasi (nuklir) berfungsi bukan semata-mata untuk membawa senjata inkonsional. Asumsi demikian sepenuhnya keliru, tidak berdasar dan hanya berlandaskan opini yang digalang oleh pihak-pihak tertentu.”

Zarif mengingat bahwa berdasar kesepakatan yang sudah dicapai, negosiasi Iran dengan negara-negara yang tergabung dalam Kelompok 5+1 sama sekali memang tidak menyentuh tema apapun selain isu nuklir.

“Tujuan perundingan ini ialah kami membahas bahwa proyek nuklir Iran senantiasa untuk tujuan damai, dan proyek ini sudah terbukti bertujuan damai maka siapapun tidak dapat mengklaim bahwa rudal Iran adalah untuk membawa senjata nuklir karena Iran tidak akan memroduksi senjata nuklir, yaitu senjata yang dapat memanfaatkan rudal atau sarana pengirim lainnya,” ujar Zarif.

Zarif lantas menegaskan bahwa negara dan bangsanya berkukuh pada prinsip dan realitas bahwa senjata nuklir tidak mendatangkan keamanan bagi siapapun. Menurutnya, dunia dan kawasan Timur Tengah khususnya akan lebih aman apabila steril dari keberadaan senjata nuklir.

“Ini sudah menjadi keyakinan teguh kami,” tandas Zarif seraya menyebutkan kembali fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei yang mengharamkan kepemilikan dan pengggunaan senjata nuklir.

Pada kesempatan yang sama Zarif juga ditanya wartawan mengenai perkembangan Perang Suriah. “Kami senantiasa menyatakan bahwa jalur diplomatik adalah satu-satunya solusi bagi krisis Suriah, dan siapapun tidak seharusnya menjadikan ilusi sebagai pijakan untuk menghadapkan rakyat Suriah pada situasi seperti yang terjadi sekarang,” jawab Zarif.

Menlu Iran juga menegaskan kesiapan negaranya membantu meredakan perang Suriah dan menggalang kerjasama seluruh elemen masyarakat negara ini untuk membangun masa depan yang stabil dan bebas dari ekstrimisme dan sadisme. Menurut Zarif, pemilu yang akan diselenggarakan di Suriah berperan besar untuk proses dan upaya tersebut.

Zarif menyarankan kepada semua faksi di Suriah supaya memanfaatkan situasi saat ini sebagai momentum untuk menggalang solusi damai bagi krisis di negara ini. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*