Iran_kelompok 5+1Wina, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bangsa Iran berhasil dalam perundingan nuklir dengan kelompok 5+1. Dalam jumpa pers bersama dengan Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton usai perundingan nuklir di Wina, Austria, Senin (24/11), Zarif menyatakan negaranya tetap melanjutkan program nuklir.

Sebagaimana dikutip Alalam , Zarif mengatakan bahwa sekarang orang sudah tidak lagi berbicara soal ada atau tidaknya program nuklir Iran, melainkan hanya tentang volume pengayaan uraniumnya.

Dia optimis Barat pada akhirnya akan berhenti menekan Teheran dalam masalah aktivitas nuklir damai Iran, dan delegasi Iran dalam perundingan kali ini telah menunjukkan sikap yang sangat lunak demi memajukan perundingan, walaupun bukan berarti menyerah kepada pihak lain.

“Bukan hanya Iran yang mengajukan pikiran-pikiran baru, melainkan semua pihak juga demikian, dan bahkan ada akumulasi pemikiran pada kami,” ungkapnya sembari memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan apa yang sudah menjadi keharusan dalam perundingan.

Menurutnya, negara-negara yang terlibat perundingan dengan Iran telah mencapai titik keyakinan bahwa Iran telah menunaikan apa yang sudah menjadi komitmennya, dan bangsa Iran sama sekali tidak mengusik orang lain.

“Kami ingin mengatakan kepada semua orang bahwa program kami bersifat damai, dan merupakan satu kepentingan bagi kami apabila dihentikan tindakan mengintimidasi Iran seperti yang dilakukan oleh sebagian orang,” tuturnya.

Dia menambahkan, “Perundingan yang berjalan selama beberapa bulan lalu telah membantu kami melintasi jalan sulit yang ada selama ini, maka tidak seharusnya berbicara mengenai penyelesaian waktu yang tersisa, dan saya yakin bahwa kita dapat mencapai kesepakatan apabila memang ada kehendak untuk mencapainya. Kita memerlukan waktu tambahan untuk membahas semua persoalan dengan rinci, dan telah tersedia di depan kita beberapa solusi setelah perundingan berjalan satu tahun.”

Dia kemudian menjelaskan bahwa tekanan dan larangan tidak akan menyelesaikan masalah.

“Dalam satu tahun ini kami berhasil meraih beberapa hal yang baik, dan yang terpenting di antaranya ialah bahwa program nuklir Iran tetap berjalan, dan sudah jelas bahwa sanksi terhadap Iran tidak akan mengatasi persoalan. Sebaliknya, Teheran mengoperasikan 20,000 sentrifugal justru ketika dikenai sanksi… Sekarang tak seorangpun berbicara mengenai adanya program nuklir Iran, melainkan berbicara mengenai volume pengayaan uraniumnya,” terangnya.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani dalam komentar pertamanya usai perundingan Wina mengatakan bahwa banyak kesenjangan sudah berhasil dikurangi.

“Meskipun kesepakatan final tidak tercapai, tetapi kami telah menempuh langkah-langkah maju. Berbagai kesenjangan berhasil dikurangi, dan terjadi pendekatan sikap-sikap yang ada dalam perundingan nuklir yang berlangsung di Wina,” tuturnya, sebagaimana dilansir TV Iran Channel 1.

Dia menambahkan, “Apa yang telah disepakati sekarang ialah perpanjangan apa yang telah dicapai dalam kesepakatan Jenewa untuk jangka waktu beberapa bulan lagi.”

Menurutnya, bagaimanapun juga perpanjangan waktu ini merupakan kesempatan yang masih tersedia untuk mencapai kesepakatan final.

Dia juga memastikan bahwa bangsa Iran adalah pihak yang menang dalam perundingan selama ini.

“Tak ada keraguan sedikitpun soal kemenangan ini. Tidak ada pilihan bagi dunia kecuali berunding dengan bangsa Iran, dan perundinganlah yang akan menghasilkan kesepakatan final, cepat ataupun lambat,” tegasnya.

Dalam pertemuan Menlu Iran dengan para delegasi kelompok 5+1 (negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa plus Jerman) telah disepakati perpanjangan jangka waktu perundingan nuklir Iran.

Dalam perundingan itu Teheran menegaskan konsistensinya pada semua ketentuan dalam kesepakatan Jenewa yang telah ia teken bersama kelompok 5+1 pada tahun lalu. Teheran bertahan pada angka 5% untuk pengayaan uranium, menghentikan pengoperasian reaktor air berat Arak, dan tidak menambah jumlah sentrifugal.

Sebagai imbalannya, Iran akan mendapatkan 700 juta Dolar AS dari asetnya yang dibekukan selama jalannya perundingan. Selain itu Barat berjanji untuk tidak menerapkan sanksi baru.

Kedua pihak memperpanjang tenggat waktu perundingan hingga tanggal 1 Juli 2015, dan sebagian peserta perundingan mengusulkan Oman sebagai tempat untuk perundingan-perundingan yang akan datang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL