iran menlu javad zarifTeheran, LiputanIslam.com – Pemerintah Iran menegaskan akan terus mempersenjatai para sekutunya untuk memperkuat pertahanan mereka, karena seandainya tak dibantu Iran maka akan banyak ibu kota negara di Timur Tengah jatuh ke tangan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sebagaimana diberitakan Fars News, hal itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarid dalam sebuah rapat yang mempelajari Rencana Komprehensif Aksi Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPA), Minggu (9/8).

Mengenai embargo rudal Iran dia mengatakan bahwa resolusi 2231 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengubah embargo menjadi pembatasan, dan rudal Iran sama sekali tidak dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.

“Ada perbedaan antara JCPA dan resolusi 2231, sebab pelanggaran terhadap JCPA akan menimbulkan konsekwensi-konsekwensi, sedangkan pelanggaran terhadap resolusi itu tidak demikian,” terangnya.

Dia menambahkan, “Sudah kami nyatakan bahwa kekuatan pertahanan kami akan terus berlanjut tanpa ada pembatasan, sebagaimana kami akan terus memberikan dukungan persenjataan kepada para sekutu kami… Dalam hal ini kami sudah menyatakan dengan terus terang bahwa tanpa dukungan dan kesolidan sikap Republik Islam Iran di kawasan maka akan banyak ibu kota negara-negara regional jatuh ke tangan ISIS.”

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa partisipasi rakyat Iran dalam pemilu negara ini dua tahun silam telah menimbulkan rasa frustasi pada pihak-pihak yang menerapkan sanksi dan embargo terhadap Iran, dan frustasi itulah yang mendorong mereka untuk berunding dengan Iran.

“Partisipasi rakyat dalam pemilu presiden tahun 2013 telah membuat perundingan nuklir menelorkan hasil. Ini bukan slogan, melainkan memang partisipasi inilah yang membuat pihak lawan putus asa dalam memaksakan kehendaknya terhadap bangsa Iran,” ungkapnya.

Menurut Zarif, Barat bermaksud menjadikan isu nuklir Iran sebagai isu keamanan, sedangkan Iran hendak membuktikan bahwa negara ini tidak bisa ditekan dan dipaksa bertekuk lutut.

Mengenai kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara terkemuka dunia dia mengatakan, “Teks kesepakatan ini seimbang…. kami tak dapat meraih semua tuntutan kami, sedangkan pihak lain juga demikian.”

Menlu Iran kemudian menegaskan bahwa dalam sejarah Dewan Keamanan PBB baru sekarang dewan ini mencabut resolusi “tanpa pernah diterapkan barang sesaat”.

Di bagian akhir dia menjelaskan pengaruh perundingan nuklir Iran di Wina yang, menurutnya, telah mengubah pola interaksi dunia dengan Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL