Amman, LiputanIslam.com –   Kerajaan Yordania mengundang Suriah untuk berpartisipasi dalam konferensi ke-29 Uni Parlemen Arab yang akan diadakan di Amman, ibu kota Yordania, pada awal Maret mendatang, demikian dilaporkan surat kabar Al-Ghad terbitan Yordania, Kamis (24/1/2019).

Mengutip keterangan sumber-sumber parlemen Yordania, Al-Ghad menyebutkan bahwa Ketua Parlemen Yordania Atef Tarawaneh telah melayangkan surat undangan itu kepada sejawatnya dari Suriah Hamouda Sabbagh.

Jika Suriah memenuhi undangan ini maka partisipasinya tersebut  merupakan pertama kalinya setelah bertahun-tahun absen akibat diboikot oleh negara-negara Arab dan pembekuan keanggotaannya di Liga Arab, menyusul krisis pemberontakan dan terorisme yang melanda Suriah sejak tahun 2011.

Undangan Yordania tersebut disampaikan dengan latar belakang beberapa indikator yang mengindikasikan awal proses normalisasi hubungan antara Suriah dan Yordania, termasuk peningkatan perwakilan diplomatik Oman di Damaskus baru-baru ini serta kunjungan delegasi tinggi ke parlemen Yordania ke Suriah yang telah menemui Presiden Suriah Bashar al-Assad pada tahun 2018, dan seruan parlemen Yordania untuk pemulihan keanggotaan Suriah di Liga Arab.

Selain itu, beberapa negara Arab lainnya juga telah menyerukan kembalinya Suriah ke Liga Arab. Perkembangan yang paling spektakuler terkait hubungan Suriah dengan dunia Arab ialah kunjungan pertama seorang pemimpin Arab ke ibu kota Suriah sejak 2011 yang dilakukan oleh Presiden Sudan Omar al-Bashir ke Suriah beberapa waktu lalu di mana dia menemui Presiden Assad, serta pengumuman Uni Emirat Arab dan Bahrain mengenai pengaktifan kembali kedutaan besar masing-masing untuk Suriah di Damaskus.

Undangan Suriah untuk berpartisipasi dalam Konferensi Parlemen Arab ini juga terjadi di tengah kuatnya kemungkinan diundangnya Damaskus untuk mengikuti pertemuan puncak Arab di Tunisia pada Maret mendatang. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*