Jordan King Abdullah Meetings After Killing Of Pilot - AmmanAmman, LiputanIslam.com – Menteri Penasehat Urusan Media dan Komunikasi sekaligus juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani Kamis kemarin (5/2/2015) memastikan balasan negaranya terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akan sangat telak, namun tetap tidak akan terlibat dalam perang darat dengan organisasi teroris takfiri tersebut.

“Yordania adalah negara hukum, dan kemarin telah menjalankan hukuman mati yang telah diputuskan oleh pengadilan-pengadilan resmi sejak beberapa waktu lalu,” ungkap al-Momani dalam menjawab berbagai kritikan yang mengemuka di Yorania terkait hukuman mati terhadap Sajidah al-Rishawi dan Ziyad al-Karboli menyusul pembakaran hidup-hidup pilot Jordania Moaz al-Kasasbeh oleh ISIS, sebagaimana dilansir al-Yaoum al-Sabea.

Sajidah al-Rishawi dan Ziyad al-Karboli adalah teroris yang tertangkap di Yordania dan diminta ISIS supaya keduanya dibebaskan. Namun keduanya dihukum mati oleh otoritas Yordania sebagai balasan atas pembakaran Letnan al-Kasasbeh.

Kedua pihak sempat melakukan negosiasi pertukaranan tawanan namun gagal hingga akhirnya ISIS Selasa (3/2/2014) merilis video pembakaran al-Kasasbeh, dan pemerintah Yordaniapun menyusulnya dengan eksekusi al-Rishawi dan al-Karboli pada Rabu (4/2/2015).
Al-Kasasbeh ditangkap pasukan ISIS setelah pesawat F-16 yang dipilotinya dalam misi koalisi internasional anti ISIS jatuh di sekitar Raqqah, Suriah, pada 24 Desember 2014.

Sementara itu, Kamis kemarin beberapa jet tempur Yordania dilaporkan telah melancarkan serangan udara lagi terhadap beberapa posisi ISIS.

Associated Press melaporkan bahwa serangan itu dilancarkan setelah Raja Abdullah II dari Jordania menegaskan negaranya akan melakukan tindakan-tindakan serius terhadap ISIS.

Militer Yordania tidak menyebutkan di Irak atau Suriahkah serangan udara terbaru terhadap ISIS itu terjadi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL