Amman, LiputanIslam.com –  Ketua parlemen Yordania Atef Al-Tarawneh menyatakan negaranya telah mengajukan protes kepada Persatuan Parlemen Arab karena lembaga ini tidak mengundang Suriah untuk menghadiri sidang darurat di Maroko untuk membahas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel.

Hal tersebut diungkap Al-Tarawneh dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Suriah untuk Yordania, Ayman Alloush, di gedung parlemen Yorania di Amman, Jumat (22/12/2017). Pada kesempatan ini dia juga memuji “kemenangan tentara Suriah atas gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan keberhasilannya merebut kembali wilayah Suriah yang semula dikuasai ISIS.”

Al-Tarawneh menambahkan bahwa negaranya mengharapkan adanya “solusi diplomatik di Suriah yang dapat menjaga keamanan, stabilitas, dan integritasnya.”

Ketua parlemen Yordania juga memastikan negaranya sangat peduli kepada keamanan dan stabilitas Suriah, dan menyatakan, “Perang melawan terorisme memerlukan kerjasama intelijendan militer.”

Di pihak lain, Kuasa Usaha Suriah untuk Yordania Ayman Alloush menekankan keharusan penguatan hubungan Suriah-Yordania demi kemaslahatan kedua negara. Dia juga mengapresiasi kesediaan Yordania memberikan tempat untuk para pengungsi Suriah. (mm/alakhbar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL