jordania abdullah IIBaghdad, LiputanIslam.com – Organisasi politik Sunni terbesar di Irak, Aliansi Kekuatan Irak, menyambut baik dukungan Raja Abdullah II dari Yordania kepada suku-suku Sunni Irak di provinsi Anbar yang banyak wilayahnya dikuasai oleh kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sehari sebelumnya, kantor berita resmi Yordania, Petra, melansirkan pernyataan Raja Abdullah II bahwa Yordania harus mendukung suku-suku Sunni di bagian barat Irak dan di bagian timur Suriah dalam menghadapi organisasi ekstrimis yang menduduki dua wilayah itu.

Sebagaimana diberitakan AFP, Aliansi Kekuatan Irak dalam statemennya menyatakan, “Aliansi Kekuatan Irak mengapresiasi penegasan Yang Mulia Raja Yordania Abdullah II atas dukungan negaranya kepada suku-suku di provinsi barat Irak dalam menghadapi ISIS dan upaya pembebasan kota-kotanya dari noda ISIS.”

Sementara itu, kelompok besar relawan Irak al-Hasdh al-Shaabi menyatakan sudah memperkuat pasukannya di sekitar Fallujah, provinsi Anbar, yang dikuasai oleh ISIS.

Razzaq Abd al-Aimmah, komandan organisasi Badar yang juga tergabung dalam al-Hashd al-Shaabi kepada kantor berita Anatolia mengatakan bahwa ISIS sudah membiarkan warga sipil keluar dari Fallujah dengan membayar uang sebesar $ 800/jiwa sebelum pecah pertempuran di kota ini.

“Pertempuran selanjutnya akan terjadi di kota Fallujah untuk pembebasannya dari kekuasaan kawanan bersenjata ISIS,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, “al-Hashd al-Shaabi sejak beberapa hari lalu sudah memperkuat blokade keamanannya di sekitar Fallujah sebagai persiapan untuk operasi pembebasan yang akan dimulai dalam waktu dekat sesudah kemenangan besarnya di kawasan Tharthar.”

Di bagian lain, ketua parlemen Irak Salim al-Jabouri dalam pertemuan dengan ketua periodik Dewan Keamanan PBB, Ramlan bin Ibrahim, Selasa kemarin meminta dewan ini supaya mendorong negara-negara sekitar Irak agar serius mencegah mengalirnya para teroris ke Irak.

“Dalam pertemuan ini kami telah membahas perkembangan problema terpenting Irak,” katanya.

Dia menambahkan, “Sunni Irak pada dasarnya berlepas tangan dari ISIS, namun jika mereka tidak mendapat dukungan yang kongkret maka bukan tidak mungkin mereka justru berperang bersama ISIS… Jika rakyat kehilangan harapannya kepada bantuan masyarakat internasional, bisa jadi sebagian di antara mereka akan terpaksa berbaiat kepada ISIS atau hidup di kawasan-kawasan yang dikuasai ISIS.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL