Amman, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber diplomatik papan atas mengatakan kepada Ray al-Youm, Senin (31/7/2017), bahwa Yordania kini tidak lagi dipandang sebagai salah satu pintu utama bagi negara-negara Arab Teluk menuju Tel Aviv, ibu kota Israel, sesuai perjanjian damai Wadi Araba.

Pasalnya, Kerajaan Arab Saudi telah “benar-benar melangkahi” status Yordania itu ketika di tengah krisis Masjid al-Aqsa antara Palestina dan Rezim Zionis Israel penguasa Saudi malah berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Tindakan ini dinilai telah membuat Netanyahu berani bertindak “kurang ajar dan provokatif” terhadap Yordania seperti terlihat dalam sambutannya kepada pembunuh warga Yordania dalam insiden Kedutaan Besar Israel di Amman, ibu kota Yordania.

Menurut sumber-sumber ini, Netanyahu telah berkomunikasi langsung dengan otoritas Saudi ketika terjadi krisis al-Aqsa, dan otoritas Saudi bahkan diduga menyepakati pemasangan pintu pemindai logam di gerbang-gerbang al-Aqsa sebagaimana alat yang sama juga dipasang gerbang-gerbang kota suci Mekkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah.

Pemerintah Yordania selama ini memang kuatir dilangkahi oleh negara-negara Teluk melalui tindakan menjalin hubungan langsung dengan Israel . Dalam krisis al-Aqsa kekuatiran ini meningkat karena tindakan tersebut praktis melemahkan posisi Yordania. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL