tentara yordaniaAmman, LiputanIslam.com –  Yordania mengerahkan ribuan pasukannya di sepanjang perbatasan negara ini dengan Irak. Dua pejabat Yordania mengatakan bahwa hal ini dilakukan menyusul meningkatnya eskalasi operasi pembersihan teroris di berbagai kawasan Irak sehingga tidak tertutup kemungkinan para teroris kabur dan masuk ke wilayah Yordania.

Sebagaimana dilaporkan NBC News, Selasa (10/2/2015), dua pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan bahwa ribuan pasukan Yordania itu dikerahkan untuk mengantisipasi masuknya para anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ke wilayah Yordania.

Raja Abdullah II dari Yordania pekan lalu mengancam akan mengganjar ISIS dengan ganjaran yang setimpal atas aksi mereka membakar pilot Yordania Moaz al-Kasasbeh hidup-hidup yang videonya telah mereka sebarkan.

Panglima Angkatan Udara Yordania Mayjen Mansour al-Jabour Ahad lalu juga mengungkapkan kemarahannya atas kekejaman ISIS tersebut.

“Kami bertekad untuk menghapus para anggota ISIS dari muka bumi,” tegasnya.

Yordania adalah anggota koalisi internasional anti ISIS. ISIS sendiri semula adalah kelompok teroris yang didukung dan dipelihara oleh Barat dan negara-negara sekutunya untuk memorak porandakan Suriah dan Irak, namun sekarang jilatan api ISIS menyambar para pendukungnya sendiri.

Dalam perkembangan terbaru ISIS telah membunuh satu lagi sandera asal Amerika Serikat (AS), Kayla Mueller, 26 tahun.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan bahwa wanita aktivis kemanusiaan itu terbunuh di tangan ISIS, bukan tewas akibat serangan udara Yordania terhadap posisi-posisi ISIS.

Wanita itu disandera ISIS saat menjalankan misi bantuan kemanusiaan di Aleppo, Suriah, pada tahun 2013, namun atas permintaan pihak keluarganya, pemerintah AS tidak mengekspos kasus penyanderaan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL