bburning Israeli flagTelAviv, LiputanIslam.com – Analis politik Israel, Shimon Shiffer, menilai Baitul Maqdis (Jerussalem) tidak akan aman lagi dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah orang yang harus bertanggungjawab atas kondisi ini.

“Jika kita jeli melihat apa yang sedang terjadi di Jerussalem maka kita akan menyadari bahwa ketentraman sudah tidak ada dan tidak akan ada lagi di sana,” tulis Shiffer dalam artikelnya di koran Israel Yedioth Ahronoth, Rabu (19/11), sebagaimana dikutip situs berita Suriah, Sns.

Dia berpendapat bahwa solusi terbaik untuk situasi sekarang ialah penyelenggaraan pemilu lebih awal di Israel (Palestina pendudukan tahun 1948), karena setelah 20 bulan membentuk kabinet Netanyahu terbukti gagal menjamin keamanan Israel dan sudah kehilangan kepercayaan dari warga Israel.

“Kegagalan Netanyahu dimulai dengan pembebasan sejumlah besar tahanan Palestina untuk ditukar dengan seorang Gilad Shalit, dan berlanjut dengan kegagalannya dalam perang di Gaza,” ungkap Shiffer.

Menurutnya, para pengambil keputusan di Israel tahu persis bahwa sulit sekali memulihkan keadaan dengan gagasan dan mekanisme yang digunakan selama ini karena memang tidak membantu meredakan keadaan.

“Mereka menganggap ketua otoritas Palestina bertanggungjawab atas serangan-serangan yang terjadi di Jerussalem, sementara kepala Shin Bet (lembaga intelijen dan keamanan dalam negeri Isrrael) menolak tuduhan ini,” tulisnya.

Dia menambahkan, “Netanyahulah satu-satunya orang yang bertanggungjawab langsung atas kacaunya keamanan di Israel, dan jalan terbaik untuk mengatasi kekacauan ini ialah penyelenggaraan pemilu lebih awal dan perundingan dengan Palestina.”

Seperti diketahui, Israel belakangan digemparkan oleh serangan dua pemuda Palestina Ghassan dan Uday Abu Jamal terhadap sinagog di Baitul Maqdis Barat. Akibat serangan yang terjadi Selasa lalu (15/11) itu lima orang Zionis tewas dan belasan lainnya cidera, sementara dua pemuda Palestina itu sendiri gugur ditembak polisi Israel.

Serangan ini terjadi tak lama setelah terjadi kasus pembunuhan seorang pengemudi bus Palestina dengan cara digantung di dalam bus oleh sekelompok warga Zionis.

Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP) menyatakan bertanggungjawab atas serangan ke sinagog serta menegaskan bahwa dua pemuda Palestina itu adalah anggotanya.

Berbagai kelompok pejuang Palestina lainnya, termasuk Fatah, Hamas dan Jihad Islam menyebut serangan itu sebagai reaksi yang wajar terhadap kezaliman kaum Zionis terhadap bangsa Palestina dan kelancangannya terhadap Masjid al-Aqsa. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL