houthi-protest-sanaa

Massa kelompok al-Houthi mendirikan shalat jamaah di sela-sela aksi unjuk rasa di Sanaa, ibu kota Yaman. (Foto: Reuters)

Sanaa, LiputanIslam.com – Sebanyak 28 orang tewas, 20 di antaranya dari kelompok bersenjata Forum Yaman untuk Reformasi yang didukung oleh pasukan pemerintah dan delapan lainnya dari Gerakan Ansarullah atau lebih dikenal kelompok al-Houthi, akibat kontak senjata yang terjadi di kawasan Bahamdan dan Shamlan di barat laut Sanaa, ibu kota Yaman. Demikian dilaporkan Alalam Rabu (17/9).

Menurut Alalam, beberapa sumber gerakan Ansarullah telah menawan sekitar 20 tentara Yaman dari Divisi I pimpinan Mayjen Ali Mohsen al-Ahmar dalam peristiwa kontak senjata yang terjadi di pinggiran kota Sanaa. Dilaporkan pula bahwa dua orang putera salah satu tokoh suku dan lima orang lainnya tewas dalam insiden terpisah di barat laut Sanaa.

Pekan lalu delapan orang tewas akibat ledakan bom yang ditujukan terhadap massa pengunjuk rasa anti pemerintah di provinsi Amran.

Ansarullah menuduh pemerintah bertanggungjawab atas lumpuhnya perundingan, sementara unjuk rasa dan konsentrasi massa terus di berlanjut di al-Tagheer Square menuntut mundurnya pemerintahan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Di bagian lain, juru bicara kelompok Ansarullah, Mohammad Abdel Salam, menyatakan pihak telah membersihkan banyak wilayah provinsi al-Jouf dari keberadaan ekstrimis takfiri. Menurutnya, pasukan takfiri telah bercokol di provinsi itu setelah upaya damai Ansarallah gagal.

“Kami berhasil mengusir mereka dari kawasan ini,” ungkapnya.

Yaman sering dilanda konflik antarkelompok pasca tergulingnya diktator Ali Abdullah Saleh pada tahun 2012. Akibatnya, sejak itu situasi Yaman kacau dan menjadi tempat aman bagi kawanan teroris al-Qaeda.

Sejak pertengahan Agustus lalu Sanaa dilanda demo akbar dan aksi konsentrasi yang ditandai dengan pembukaan tenda-tenda massa yang pada pekan lalu berujung aksi kekerasan aparat keamanan yang mengakibatkan 10 orang tewas dan sekitar 160 lainnya menderita luka-luka.

Demo itu sendiri dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan digerakkan oleh kelompok al-Houthi. Selain menuntut pemulihan subsidi BBM, massa juga menuntut reformasi politik yang menunjang hak politik dan sipil mereka.

Presiden Yaman belakangan mengusulkan pengangkatan perdana menteri baru dan penurunan harga BBM, namun massa demonstran menganggapnya masih belum cukup. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL