serangan saudi ke yamanLondon, LiputanIslam.com –  Situs Wikileaks, Jumat (25/11/2016), memublikasi bocoran dokumen yang menunjukkan bahwa selama beberapa tahun sebelum terjadi perang di Yaman antara pasukan Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pasukan Ansarullah (Houthi) Amerika Serikat (AS) telah memasok senjata dan sarana militer dalam jumlah besar ke Yaman.

Bocoran itu berupa 500 dokumen surat menyurat Kedutaan Besar AS untuk Yaman.

Disebutkan bahwa “berkas Yaman” ini menjadi bukti-bukti kuat bahwa AS telah mempersenjatai, melatih, dan mendanai angkatan bersenjata Yaman selama bertahun-tahun menjelang pecahnya perang saudara Yaman.

Daftar perlengkapan militer yang didatangkan AS ke Yaman terdiri atas pesawat tempur, kapal, sarana transportasi, dan sarana biometri untuk identifikasi jatidiri.

Pendiri Wikileaks Julian Assange mengatakan bahwa perang Yaman telah menyebabkan pengungsian sebanyak 3.5 juta orang.

Dia menambahkan bahwa peliputan perang Yaman dengan bahasa Inggris jumlahnya sedikit meskipun AS telah memasukkan bom dalam jumlah besar ke Yaman dan terlibat jauh dalam perang Yaman.

Menurut Assange, Yaman merupakan negara yang sangat strategis karena berada di Selat Bab al-Mandeb yang dilalui oleh 11% ekspor minyak dunia yang melintas di Terusan Suez, Mesir.

Data-data yang dibocorkan oleh situs yang membidangi pembocoran dokumen-dokumen rahasia ini merupakan dokumen tahun 2009 – 2013, ketika Hillary Clinton menjabat sebagai menteri luar negeri AS hingga dua tahun pertama John Kerry menduduki jabatan ini menggantikan Clinton. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL