النجيفي يتآمر على العراق بمبلغ نصف مليار دولارBaghdad, LiputanIslam.com –  Sebuah dokumen rahasia milik badan intelijen Arab Saudi bernomor 341 tanggal 23/6/2014 telah bocor dan dipublikasikan oleh situs Wikileaks. Dari bocoran itu terungkap bahwa dana sebesar 575 juta dolar Amerika Serikat dari kepala intelijen Arab Saudi Khaled bin Bandar bin Abdulaziz telah diserahkan kepada Usamah al-Nujaifi yang kini menjabat wakil presiden Irak untuk mendanai upaya melicinkan agenda dan konspirasi Saudi di Irak.

Sebagaimana dilaporkan Alalam, Senin (22/6), Wikileaks  telah membocorkan dokumen-dokumen yang membongkar fakta-fakta dahsyatnya mengenai keterlibatan rezim Saudi di balik aneka peristiwa tragis di kawasan Timur Tengah serta campur tangan Saudi dalam urusan internal negara-negara lain di kawasan ini.

Wikileaks telah memublikasikan 70,000 dokumen yang sebagian diantaranya tergolong sangat rahasia di antara setengah juta bocoran dari Kementerian Luar Negeri serta badan-badan keamanan dan militer Saudi. Wikileaks menyatakan masih akan memublikasikan banyak dokumen lagi milik Saudi hingga jumlahnya akan membengkak jauh melebihi setengah juta dokumen.

Diskriminasi Syiah di Bahrain

Di antara bocoran dokumen rahasia yang diungkap Wikileaks juga menyingkap agenda Saudi untuk menyingkirkan orang-orang Syiah dari proyek-proyek yang didanai oleh Saudi di Bahrain, negara yang meskipun penguasanya Sunni, namun mayoritas penduduknya bermazhab Syiah.

Terungkap pula bahwa Saudi meminta supaya warga Syiah Bahrain jangan sampai dipekerjakan di Universitas al-Khalij dan komplek kesehatan King Abdullah yang didirikan Saudi di Bahrain.

Dilaporkan bahwa dengan tersiarnya dokumen demi dokumen rahasia itu lebih lanjut maka tak pelak akan semakin terbongkar bagaimana sepak terjang Saudi dalam upaya menyulut pertikaian bermotif sektarian dan mazhab di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Guardian melaporkan bahwa pemerintah Saudi telah mengingatkan warganya supaya mengabaikan dan tidak menggubris ribuan dokumen diplomatik bocoran Wikileaks yang membongkar kebiasaan kerajaan Saudi menghamburkan uang untuk membeli pengaruh dan memonitor pembangkangan di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Iran, Mesir, Lebanon, Irak, dan Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL