yamanJenewa, LiputanIslam.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data baru korban meninggal yang jatuh dalam enam minggu serangan udara Arab Saudi dan sekutunya ke negara Arab termiskin Yaman. Bersamaan dengan ini sebuah lembaga swadaya masyarakat Yaman yang menamakan dirinya Koalisi Sipil Pelacak Kejahatan Saudi Dalam Agresi ke Yaman merilis data yang menggidikkan, terutama mengenai tempat-tempat yang menjadi sasaran serangan.

Seperti dilansir AFP Jumat (1/4), dalam data baru WHO disebutkan jumlah korban terbunuh sebanyak sekitar 1250 orang,  korban luka 5044 orang, dan pengungsi lebih dari 7500,000 kepala keluarga, sementara  kondisi kemanusiaan, terutama di Taiz, sangat krisis.
WHO menyatakan data itu didapat berdasarkan laporan –laporan pihak kesehatan di Yaman.

Jumlah yang sesungguhnya diperkirakan lebih besar karena ada korban yang bahkan tidak dilarikan ke rumah sakit.
WHO juga mencatat kejadian serangan udara Saudi terhadap rumah sakit al-Tsaurah di kota Taiz pada 26 April lalu yang menyebabkan 19 orang terbunuh dan 91 lainnya luka-luka.

Dilaporkan pula bahwa jalur yang menghubungkan Sanaa ke provinsi Aden, Taiz, Dhali’ dan Lahij semakin sulit diakses, sementara obat-obatan, tenaga medis dan air bersih sangat langka di berbagai kawasan yang diterjang kekerasan. Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik dan kelangkaan bahan bakar sehingga menambah kesulitan bagi pengiriman bantuan kesehatan darurat bagi rumah sakit dan ambulan.

WHO juga mengingatkan bahaya merebaknya penyakit gangguan pernapasan, diare berat dan malaria.

Data Lembaga Koalisi Sipil Yaman

Data yang dirilis WHO mengenai jumlah korban tewas dan luka tak jauh beda dengan data yang dirilis oleh sebuah lembaga yang menamakan dirinya Koalisi Sipil Pelacak Kejahatan Saudi Dalam Agresi ke Yaman yang menyebutkan jumlah korban meninggal sebanyak 1300 orang. Namun lembaga ini menekankan bahwa sepertiga dari jumlah itu adalah anak kecil.

Secara lebih detail lembaga ini menyebutkan korban tewas 1300 orang yang meliputi 435 anak kecil, 327 perempuan, dua wartawan, 17 pengungsi yang tujuh di antaranya anak kecil, 1 ibu hamil, dan empat petugas Palang Merah, sementara korban luka 3365 orang.

Sedangkan tempat-tempat yang menjadi sasaran serangan menurut lembaga Koalisi Sipil ialah: 75 unit rumah, 35 sekolah, 26 rumah sakit dan klinik, 25 masjid, 36 bangunan milik negara, 85 pusat pendidikan, 10 gedung olah raga, 180 jembatan, 70 toko dan supermarket, 5 lumbung, 60 stasiun pengisian bahan bakar minyak, 3 istana kepresidenan, 8 pusat pengadilan, 12 proyek pengairan dan komunikasi di Sa’dah dan Hajjah, 14 peternakan, 15 gedung kedutaan besar, 10 bandara, 10 lokasi peninggalan sejarah, 1200 unit kendaraan, 20 unit truk pembawa bahan makanan, dan 35 truk tangki.

Sementara itu, unjuk rasa akbar rakyat Yaman kembali digelar di Sanaa, ibu kota negara ini, dan berbagai kota dan daerah lainnya untuk menandai kutukan dan kemarahan rakyat negara ini terhadap keganasan Saudi dan sekutunya terhadap Yaman yang sudah berjalan selama 33 hari.

Seperti diketahui, Saudi dan sembilan negara sekutunya, termasuk anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), kecuali Oman, telah melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu. Serangan itu berlanjut meskipun serangan bersandi Badai Mematikan itu dinyatakan berhenti pada pekan lalu.

Saudi menyerang Yaman dengan dalih demi memulihkan pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang jatuh akibat revolusi rakyat yang digerakkan oleh gerakan Ansarullah atau yang lebih dikenal dengan kelompok Houthi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL