Jenewa, LiputanIslam.com –   Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak hampir 1000 orang tewas akibat perang yang melanda Tripoli, ibu kota Libya, sejak tiga bulan lalu ketika komandan militer pemberontak Jenderal Khalifa Haftar melancarkan tekanan untuk merebut kota ini.

Angka yang diumumkan pada hari Jumat (5/7/2019) itu mencakup sedikitnya 60 migran yang ditahan dan tewas dalam serangan udara dahsyat di pusat penahanan di pinggiran Tripoli Tajoura pada Selasa malam lalu.

Baca: Gelombang Unjuk Rasa  Melanda Sudan Lagi, 7 Orang Tewas

Tentara Nasional Libya (LNA) loyalis Haftar, yang menguasai wilayah timur dan sebagian besar wilayah selatan Libya, melancarkan serangan sejak awal April lalu untuk merebut Triploli dari pasukan Pemerintahan Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.

Tanpa merinci jumlah korban sipil dan militan, WHO menyebutkan bahwa serangan udara dan perang darat telah menyebabkan hampir 1000 orang tewas dan sekitar 5000 lainnya cedera.

Pertempuran itu juga telah menyebabkan 100.000 orang mengungsi di tengah gejolak perebutan kekuasaan sejak pemberontakan yang didukung NATO berhasil menggulingkan dan membunuh Presiden Muammar Gaddafi pada 2011. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*