London, LiputanIslam.com –  Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz, berharap Putera Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman berkunjung ke Israel agar menjadi suatu perjalanan bersejarah yang melibatkan dua negara meskipun tanpa hubungan diplomatik resmi.

Kepada laman berita Elaph milik Saudi, Rabu (13/12/2017), Katz mengatakan bahwa Israel akan dengan senang hati menjadi tuan rumah Bin Salman di tengah merebaknya rumor mengenai persesuaian Riyadh-Tel Aviv.

Setelah  memuat hasil wawancara itu, Elaf memutuskan untuk tidak memuat undangan Katz agar berkunjung ke Israel sehingga segera menyuntingnya, namun sebelum itu media lain telah mencatatnya.

Surat kabar Ha’aretz  milik Israel telah menghubungi Katz dan dia mengaku memang telah mengundang bin Salman.

“Dia mengatakan bahwa dia meminta Raja (Salman) mengundang (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu secara resmi ke Riyadh, dan dia juga meminta MbS, Mohammed bin Salman, datang dan mengunjungi Israel,” ujar juru bicara Katz, Arye Shalicar.

Menurut Shalicar, Katz membuat undangan karena “dia menginginkan perdamaian regional  itu menjadi bagian dari program tiga lapisnya,” mengacu pada kerja sama keamanan dan ekonomi yang mengarah pada perdamaian sementara.

Dalam wawancara  itu Katz memuji Arab Saudi sebagai “pemimpin dunia Arab” dan mengatakan bahwa Saudi memiliki tempat dalam inisiatif perdamaian Israel-Palestina.

Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan resmi namun berbagai laporan belakangan ini mengemuka mengenai adanya kerjasama antara keduanya yang sama-sama memusuhi Iran.

Raja Salman memang sudah menyatakan menentang keputusan kontroversial Presiden Amerika Donald Trump mengenai Al-Quds (Yerusalem), namun di dalam negeri Saudi ada upaya-upaya untuk membatasi kecaman media negara ini terhadap Israel.

Beberapa sumber anonim menyatakan kepada The New Arab bahwa Arab Saudi pekan lalu memerintahkan media negara ini untuk tidak terlalu fokus atau “terlalu banyak perhatian” kepada keputusan Trump.

Disebutkan bahwa Pengadilan Kerajaan Saudi mengirim “peringatan berat” kepada para pimpinan lembaga pemberitaan, stasiun televisi, dan radio tentang isu yang telah memicu protes di seluruh dunia Arab.

Mereka menambahkan bahwa media Saudi malah diinstruksikan untuk balik “membidik Iran dan negara-negara regional lainnya” daripada berfokus  kepada Israel. (mm/alaraby)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL