Washington, LiputanIslam.com – Badan intelijen Amerika Serikat (AS) berkeyakinan bahwa pemimpin organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi bukan saja masih hidup melainkan juga sedangkan menggalang strategi baru jangka panjang untuk melestarikan kelompok teroris beraliran Salafi/Wahhabi ini.  Demikian dilaporkan Washington Post (WP), Sabtu (19/5/2018).

Mengutip keterangan para petinggi intelijen AS, WP menyebutkan bahwa al-Baghdadi tampaknya sedang berusaha menggalang strategi jangka panjang yang memungkinkan kebertahan ISIS meskipun telah kalah perang di Suriah dan Irak.

Dijelaskan bahwa dalam pertemuan dengan para petinggi ISIS di provinsi Deir Ezzor pada pertengahan tahun 2017, al-Baghdadi mengangkat tema mengejutkan, sebab tidak berfokus pada soal kekalahan ISIS, melainkan pada keharusan merevisi program-program pendidikannya, sebagaimana diakui oleh petinggi ISIS Abu Zaid al-Iraqi yang ditangkap beberapa waktu lalu dalam operasi gabungan pasukan keamanan Irak dan Turki.

WP menyebutkan bahwa berdasarkan data-data intelijen, Al-Baghdadi dalam beberapa bulan ini memfokuskan upayanya pada peletakan dasar-dasar ideologi yang kuat demi mencegah kehancuran ISIS secara total meskipun “kekhalifan”-nya sudah buyar di Suriah dan Irak.

Menurut WP, para pejabat AS mengingatkan bahwa hal itu menunjukkan bahwa ISIS ingin muncul lagi secara teratur dan dalam rangka ini Al-Baghdadi berusaha menyiapkan proses transisi dari “kekhalifahan” kepada perang terselubung dan pengerahan jaringan teroris dunia.  (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*