Teheran, LiputanIslam.com – Wakil Pertama Presiden Iran, Ishaq Jahangiri, menyatakan bahwa musuh-musuh negara republik Islam ini berusaha untuk menerapkan tekanan dan memberlakukan sanksi yang dapat mempengaruhi kondisi kehidupan masyarakat Iran dan berdampak pada keruntuhan ekonomi negara ini.

Namun, sebagaimana dilansir IRNA, dalam sebuah acara di Teheran, Selasa (8/1/2019), Jahangiri  memastikan bahwa musuh nomor wahid Iran, Amerika Serikat (AS), tetap akan gagal mencapai tujuannya seandainyapun menghabiskan 10 kali lebih banyak daripada jumlah dana yang telah dihabiskan selama ini di kawasan Timteng.

“AS menghabiskan US$ 7 miliar di kawasan tanpa keuntungan apapun, dan kalaupun menghabiskan 10 kali jumlah itu Washington tidak akan meraih tujuannya,” ungkap Jahangiri.

Dia mengingatkan bahwa kubu musuh Iran menggalang konspirasi untuk  menciptakan “masa depan yang gelap dan berkabut” bagi Iran.

Dia menambahkan bahwa kekompakan dan persatuan merupakan kunci perlawanan terhadap konspirasi itu, dan dalam rangka ini pula Iran perlu menggunakan teknologi modern yang relevan dengan dinamika sosial dan ekonomi saat ini.

Jahangiri menepis keras tuduhan AS bahwa Iran menginginkan senjata pemusnah massal dan menyulut persaingan senjata nuklir di Timteng. Menurutnya, Iran justru terus mengupayakan mekanisme penyelesaian aneka persoalan regional berdasarkan dialog, logika dan kerja sama. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*