Baghdad, LiputanIslam.com –  Wakil Presiden dan Mantan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menilai serangan rudal Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah lebih merupakan pesan bagi rezim-rezim pecundang Arab Timteng.

“Tujuan serangan ke Suriah melampaui konteks alasan serangan senjata kimia di Idlib… Serangan ini lebih merupakan satu pesan bagi rezim-rezim yang ketakutan di kawasan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, “Pesan AS kepada para penguasa yang ketakutan di kawasan ialah; ‘Sejak sekarang beginilah cara kami memperlakukan kalian; untuk menyerang negara yang berdaulat kami tidak memerlukan penyelidikan dan pemeriksaan maupun izin internasional.”

Dia menambahkan, “Logika dan undang-undang mengharuskan adanya penyelidikan terduga pengguna senjata kimia. Pertama diselidiiki, dan setelah diketahui dan diputuskan baru dihukum. Sayangnya, dalam peristiwa sekarang ini tak satupun proses ini terjadi… Parahnya lagi, resolusi DK PBB yang sejatinya dibutuhkan dalam serangan terhadap suatu negara ternyata tidak ada berkenaan dengan Suriah. ”

Sembari mengutuk serangan bom kimia di Idlib, al-Maliki mengingatkan bahwa penggunaan kekerasan terhadap teroris dapat diterima, tapi cara yang sama terhadap negara yang berdaulat merupakan preseden yang berbahaya bagi khalayak internasional.

Sementara itu, Ammar al-Hakim, Ketua Dewan Tinggi Islam yang juga ketua Koalisi Nasional, faksi politik terbesar di Irak, dalam statemennya menyebut serangan AS ke Suriah sebagai tindakan meresahkan. Dia meminta supaya kasus serangan bom kimia Khan Sheikhoun diselidiki secara adil. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL