Baghdad, LiputanIslam.com –  Mantan Presiden Irak yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Nouri al-Maliki dalam wawancara eksklusif dengan koran al-Akhbar terbitan Lebanon, Senin (29/5/2017), telah menyampaikan beberapa pesan mengenai berbagai isu dalam dan luar negeri, termasuk mengenai ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.

Menyinggung pernyataan Menhan Saudi Mohamed Bin Salmen yang bernada ancaman  bahwa tidak tertutup kemungkinan Saudi menyerang masuk ke wilayah Iran sebelum Iran mengobarkan perang di wilayah Saudi, al-Maliki memastikan Iran bukanlah negara lemah sehingga alih-alih dapat diserang sedemikian rupa, Saudilah yang  justru akan terkena “serangan telak” oleh Iran.

Ditanya pendapatnya tentang KTT Riyadh dan kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Arab Saudi, al-Maliki menyebutnya sebagai hajatan yang hanya menguntungkan Rezim Zionis Israel dan sama sekali tidak menguntungkan pihak Palestina.

“KTT Riyadh harus dibaca dari segi siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan olehnya? Yang diuntungkan pertama adalah Israel, kedua adalah AS yang telah memperoleh dana investasi, harta, dan transaksi-transaksi. Sebagaimana dikatakan Trump sendiri, eksistensi AS menjadi kuat, dan dapat mengadakan semisal aliansi Arab-Islam.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL