anjlok harga minyakRoma, LiputanIslam.com – Koran Italia Wall Street (WS) dalam laporannya mengenai berlanjutnya keterpurukan harga minyak menilai kondisi ini terjadi akibat ketakutan Arab Saudi menyaksikan proses pendekatan hubungan antara Iran dan Barat.

“Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam sidang minyak yang diselenggarakan di Abu Dhabi tetap bersikukuh pada keputusan OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi ) untuk tidak mengubah volume produksi minyak. Dengan demikian mereka masih mempertahankan berlanjutnya tekanan terhadap harga minyak mentah di pasar dunia. Dua negara ini dapat dengan mudah menanggung beban turunnya harga minyak menjadi 50 Dolar Amerika Serikat perbarel, dan pada gilirannya menyaksikan rusaknya perekonomian negara-negara besar produsen yang sepenuhnya bergantung pada minyak,” tulis WS, sebagaimana dikutip IRNA Selasa (23/12).

WS menambahkan, “Harga minyak terus melorot di pasar dunia akibat keputusan strategis Riyadh yang diambil dalam konteks geopolitik yang dampak-dampaknya akan terlihat dalam jangka panjang. Saudi sangat ketakutan menyaksikan kedekatan antara Barat dan Teheran.”
Berbeda dengan penilaian WS, Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab Suhail Mohammed Faraj al- Mazroui mengatakan bahwa harga minyak terjun bebas akibat adanya “produksi minyak secara tidak bertanggungjawab” oleh pihak non-OPEC, yakni AS.

Hal senada juga dikatakan oleh Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Nuaimi. Dia menyatakan harga minyak anjlok akibat ulah spekulan dan ketidak kooperatifan pihak non OPEC.

Dalam pertemuan di Abu Dhabi al-Nuaimi juga mengatakan bahwa kebijakan minyak Saudi bukan untuk menyerang negara jiran. Dia juga memastikan bahwa harga minyak akan terdongkrak dan kondisi pasar akan seimbang lagi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL