NewYork, LiputanIslam.com –  Wakil Tetap Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari, menegaskan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) mengenai Dataran Tinggi Golan tidak akan mengubah kenyataan bahwa Golan adalah wilayah Suriah dan Arab.

Dalam konferensi pers, Jumat (22/3/2019), Jaafari menegaskan bahwa pemerintah Suriah mengutuk keras pernyataan Trump itu dan menilanya “tidak bertanggung jawab”.

“Pemerintah AS tidak memiliki hak atau mandat untuk memutuskan nasib Golan Suriah yang diduduki,” tegas Jaafari.

Kamis lalu Trump di Twitter mencuit, “Setelah 52 tahun, tiba saatnya bagi AS untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan Israel atas kawasan sengketa Dataran Tinggi Golan.” Pernyataan ini tidak mendapat sambutan baik dari negara manapun kecuali negara ilegal Zionis Israel sendiri.

Jaafari menambahkan, “pengakuan atau tindakan apa pun oleh Amerika Serikat atas Golan Suriah yang diduduki sama sekali tak bernilai.”

Diplomat Suriah ini mendesak PBB dan Dewan Keamanan agar mengutuk pernyataan Trump dan mengambil langkah-langkah efektif untuk menjaga prinsip-prinsip PBB dan resolusi internasional. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*