Damaskus, LiputanIslam.com –  Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad menegaskan bahwa Suriah berada di “seperempat terakhir” masa krisis terorisme dan pemberontakan yang melanda negara ini sejak tahun 2011.

“Di sana (Suriah) tak ada setitikpun tanah berada di luar kekuasaan pemerintah Suriah dan Pasukan Arab Suriah (SAA),” tegasnya, Selasa (25/9/2018).

Mengenai “Perjanjian Idlib” antara Rusia dan Turki dia mengatakan, “Ini tak lain adalah satu langkah lain yang telah dirintis oleh pemerintah Suriah dalam kesepakatan de-eskalasi yang mengharuskan adanya penetapan waktu tertentu, dan inilah apa yang terjadi sekarang di mana kawasan-kawasan ini berada di bawah kekuasaan pemerintah.”

Dia menambahkan, “Sebagaimana kami telah menang di setiap bidang tanah Suriah kamipun akan menang di Idlib, dan pesannya sangat jelas bagi setiap orang yang memperhatikan masalah ini. Kami akan datang ke Idlib melalui perang ataupun damai. Kami mengutamakan pencapaian kepada orang-orang Suriah di Idlib melalui cara damai, namun pihak-pihak lain dalam perang ini memiliki batasan-batasannya. Kepada pihak yang percaya kepada AS hendaknya mengetahui dengan baik bahwa SAA akan datang ke setiap tempat di Suriah. SAA akan mendatangi seluruh penjuru Suriah untuk menerapkan kekuasaannya dan kedaulatan negara Suriah.”

Mengenai penyerahan sistem pertahanan udara S-300 oleh Rusia kepada Suriah dalam waktu dekat ini, Mekdad dalam sebuah pernyataan kepada koran al-Watan menjelaskan bahwa hubungan Suriah dengan Rusia berkembang pesat dan tersimpulkan dalam perang terhadap terorisme. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*