saudi-iran-mapKarbala,LiputanIslam.com –   Wakil ulama besar Irak Ayatullah  Sayyid Ali al-Sistani, Syeikh Abdul Mahdi Karbalai, dalam khutbah Jumat (9/9/2016) di kota Karbala, Irak, meminta kepada Iran dan Arab Saudi agar meredakan ketegangan antara keduanya.

“Kita negara-negara kawasan ini sebagai Dunia Islam sekarang perlu untuk saling menghormati, menjauhi fanatisme, dan menghindari konflik tanpa alasan dan tak dapat dibenarkan oleh syariat, akal dan akhlak,” katanya, seperti dilansir AFP dan dikutip FNA.

Dia mengatakan bahwa Teheran dan Riyadh bagaimanapun juga menerima dan menggalang kerjasama satu sama lain.

“Banyak sekali persamaan di antara kita, dan persamaan kita ini jauh lebih banyak daripada perbedaan dan perselisihannya,” pintanya.

Seperti diketahui, menjelang pelaksanaan ibadah haji, Iran menunjukkan kekecewaannya kepada Arab Saudi karena telah menentukan persyaratan yang menyulitkan Iran untuk mengirim jemaah hajinya ke tanah suci. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut keluarga al-Saud yang berkuasa di Saudi sebagai pohon terkutuk. (Baca: Baleho “Saudi Pohon Terkutuk” Bertebaran di Baghdad)

Hal ini kemudian ditanggapi oleh Mufti Besar Arab Saudi Syeikh  Abdul Aziz al-Sheikh dengan menyebut orang-orang Iran sebagai keturunan Majusi. (Baca: Mufti Saudi Anggap Iran Majusi, Ini Tanggapan Iran)

Belakangan, sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Iran membuat pernyataan lagi dengan menyebut keluarga al-Saud sebagai keturunan para thaghut penyembah berhala Latta dan Uzza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL