Aljir, LiputanIslam.com –  Sebuah pemandangan yang sangat menyakitkan bagi Arab Saudi terjadi dalam suatu acara kejuaraan sepak bola di Aljazair. Sebab para suporter di tribun tempat mereka menonton pertandingan malah berunjuk rasa anti Amerika Serikat (AS) dan Saudi dengan cara membentangkan spanduk raksasa bergambar satu wajah yang memadukan antara wajah Raja Saudi Salman bin Abdulaziz dan wajah Presiden AS Donald Trump.

Kejadian ini tak pelak membuat Saudi gusar sehingga Minggu kemarin (17/12/2017) mengancam tidak akan membiarkan aksi itu tanpa reaksi.

Para suporter membentangkan spanduk itu untuk menandai protes mereka terhadap keputusan Trump mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota negara Zionis Israel.

Foto pembentangan poster itu beredar pertama kali di kalangan pengguna media sosial Twitter. Dalam poster terlihat foto Masjid Al-Aqsa di sisi gambar satu kepala dengan separuh wajah Salman dan separuh wajah Trump, sementara di bagian bawahnya tertulis kalimat berbahasa Inggris “two face of the some coin” (Dua wajah dalam satu koin), dan kalimat berbahasa Arab yang artinya “Rumah kami dan Al-Quds kami”, seperti dilansir RT.

Menanggapi hal ini, Dubes Saudi untuk Aljazair Sami bin Abdullah Al-Saleh berkomentar dengan nada geram, “Hal itu sudah dikonfirmasi, dan kami akan melakukan apa yang harus dilakukan. Ini kewajiban kami, dan tidak baik bagi kami jika kami tidak melakukannya.

Seperti diketahui, berbagai negara Arab dan Muslim belakangan ini dilanda gelombang untuk rasa anti keputusan Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel.  Trump mengambil keputusan demikian di saat hubungannya sangat mesra dengan Arab Saudi, dan ketika Saudi ramai dikabarkan menjalani proses normalisasi hubungan dengan Israel sehingga praktis mengundang kekecewaan khalayak dunia Islam.

Di Aljazair, kemarahan terhadap Trump sekaligus kekecewaan terhadap Salman rupanya ditunjukkan dengan memajang poster tersebut dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Beberapa laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan bahwa keputusan Trump mengenai Al-Quds itu sudah “mendapat lampu hijau dari Saudi”, terutama karena terjadi bersamaan dengan adanya bocoran informasi mengenai  kesiapan Washington dan Riyadh untuk mengusung sebuah prakarsa damai yang dinamai “deal of the century” yang diharapkan dapat meredakan konflik Palestina-Israel yang sudah berjalan selama 70 tahun.  Otoritas Saudi berulangkali membantah adanya kabar lampu hijau tersebut. (mm/rt/sabq)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL