netanyahu menang pemiluWashington, LiputanIslam.com – Banyak orang miris mendengar kabar perdana menteri petahana Israel Benjamin Netanyahu dari Partai Likud terpilih lagi dalam pemilu Israel yang berlangsung Selasa lalu (17/3/2015). Situs web berita Vox yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyebut kemenangan Netanyahu itu sebagai tragedi bagi proses perdamaian.

“Kemenangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara menghebohkan dalam pemilu Israel Selasa lalu benar-benar petaka bagi kamp perdamaian Israel dan, terlebih, orang-orang Palestina,” tulis Vox, Rabu (18/3/2015).

Menurut Vox, perdana menteri dari sayap kanan yang didukung oleh kalangan ultra-hawkish ini menang pemilu justru setelah dia berkampanye rasisme secara telanjang. Dia blak-blakan menyatakan bahwa negara Palestina tidak akan berdiri jika dia terlipih lagi dalam pemilu. Selain itu dia juga mengingatkan warga Arab Israel supaya memilih partainya.

“Pemilih Arab akan mengalir ke tempat pemungutan suara! Pergi ke tempat pemungutan suara! Pilih Likud!” serunya.

Vox memandang manuver terakhir kampanye Netanyahu itu efektif karena orang-orang Israel sudah semakin terjangkit skeptisisme terhadap segala upaya perdamaian dengan Palestina, sebagaimana terefleksi dari hasil suara pemilu, dan ini membuka jalan bagi pemerintahan baru dengan kebijakannya yang enggan terhadap promosi perdamaian.

Vox juga menilai pemilu Israel kali ini menandai kematian nyata mayoritas tradisional kiri yang pro-perdamaian.

Seperti pernah diberitakan LI sebelumnya, hasil pemilu Israel mengejutkan banyak kalangan karena menurut hasil polling terakhir yang diselenggarakan menjelang pemilu pada Jumat pekan lalu Zionis Union jutsru memimpin perolehan suara.

Hasil polling itu lantas mendorong Netanyahu untuk mencoba mendongkrak popularitasnya dengan bersumpah bahwa negara Palestina tidak akan berdiri selama dia masih berkuasa.

Sumpah itulah yang diduga telah membuat Partai Likud pimpinan Netanyahu mengantongsi suara sekitar 23 persen dengan perolehan 29 kursi parlemen, sementara Zionis Union pimpinan Isaac Herzog yang menjadi saingan ketatnya tertinggal dengan perolehan sekitar 19 persen suara dan 24 kursi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*