jurgen-todenhofer-al-nusraAleppo, LiputanIslam.com –   Wawancara jurnalis terkenal Jerman Jurgen Todenhofer dengan salah seorang komandan Jabhat al-Nusra tidak hanya menghasilkan pengakuan kelompok teroris yang beraksi di Suriah ini bahwa pihaknya mendapat bantuan dari Amerika Serikat (AS), melainkan juga dari Rezim Zionis Israel. (Baca: Komandan al-Nusra Mengaku Mendapat Bantuan Senjata Dari AS)

Dalam wawancara yang dimuat oleh surat kabar Jerman Kölner Stadt-Anzeiger dan dikutip oleh beberapa media lain termasuk RT  dan Rai al-Youm Senin (26/9/2016) dan al-Alam Selasa (27/9/2016) ini, komandan al-Nusra yang memiliki julukan Abu al-Ezz itu mengatakan, “Israel sekarang memberi kami bantuan, karena Israel berada dalam posisi berperang dengan Suriah dan Hizbullah.”

Dalam wawancara yang rekaman videonya juga sudah diunggah di laman berbagi video Youtube beberapa jam lalu ini  dia mengatakan bahwa di Suriah ada berbagai kelompok yang beraksi di bawah bendera al-Nusra, termasuk Fath al-Sham, Jaish al-Islam, dan Ahrar Sham.

“Ada berbagai kelompok yang menggunakan nama-nama yang berlainan, tapi semuanya berada di bawah Jabhat al-Nusra,” katanya.

Videonya dapat disaksikan di link ini:

Menurutnya,  intelijen AS berperan besar dalam pergerakan al-Qaeda di Suriah.

“Kelompok-kelompok al-Qaeda yang menjalin hubungan dengan ISIS dikendalikan oleh para petinggi intelijen AS, dan dalam Jabhat al-Nusra ada orang yang mengungkap mereka,” tuturnya.

Mengenai bantuan AS kepada al-Nusra, dia menyebutkan bantuan itu disalurkan tidak secara langsung, melainkan melalui “negara-negara yang mendukung kami.”

“Kami meminta AS menyuplai kami dengan senjata-senjata yang lebih kuat daripada yang mereka kirim sekarang kepada kami, “ terangnya.

Mengenai negara-negara lain yang menyokong al-Nusra itu dia menyebutkan contoh ketika Jabhat Al-Nusra terkepung.

“Ketika kami dikepung, kami memiliki petugas dari Turki, Qatar, Arab Saudi, Israel dan Amerika di sini … Para ahli dalam penggunaan satelit, roket, pengintaian dan kamera keamanan termal,” katanya.

Ketika Todenhofer bertanya secara khusus apakah instruktur AS memang hadir di tengah barisan para jihadis, al-Ezz menjawab: ” Orang Amerika berada di pihak kita”

Dia juga mengatakan bahwa Jabhat Al-Nusra telah dibayar untuk mencapai tujuan militer tertentu selama konflik Suriah.

“Kami punya 500 juta pound Suriah dari Arab Saudi. Untuk merebut Sekolah Infanteri di al-Muslimiya, tahun lalu kami menerima 1,5 juta dinar Kuwait dan  5 juta riyal Arab Saudi. Uang itu datang dari pemerintah negara-negara tersebut , bukan dari individu dan swasta, ” jelasnya.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL