Beirut, LiputanIslam.com –  Beirut, ibu kota Lebanon, dilanda kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan kelompok Gerakan Amal dan Hizbullah terkait dengan hasil pemilu parlemen, Senin malam (7/5/2018)

Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, melaporkan bahwa sekelompok massa bahkan melepaskan tembakan senjata api ke boneka mantan perdana menteri Lebanon mendiang Rafik Hariri di kawasan San George sembari mengibarkan bendera kelompok tertentu. NNA tidak melaporkan nama kelompok itu, namun dalam rekaman video amatir yang tersebar terlihat bendera, atribut, dan simbol-simbol gerakan Amal dan Hizbullah yang berasal dari kelompok Muslim Syiah.

Tentara Lebanon turun tangan menghadapi para perusuh dan membuat barikade-barikade di beberapa jalan kota Beirut “untuk menjaga keamanan.”

Ketua parlemen Lebanon Nabih Berri yang berasal dari Gerakan Amal mengecam keras aksi para perusuh itu dan menyebutnya sebagai aksi yang bertujuan “mencemarkan nama  baik”  dengan cara menistakan “simbol-simbol, ketentuan dan para tokoh yang kami hormati.”

Dia menegaskan, “Kami mengecam sekeras-kerasnya aksi unjuk rasa yang terjadwalkan dan terjadi di sejumlah jalanan ibu kota ini. Aksi yang dilancarkan sejumlah pengendara motor itu mencemarkan nama baik gerakan Amal dan Hizbullah serta prestasi keduanya.”

Dia menambahkan, “Aksi tak bertanggungjawab ini tidak mencerminkan perangai, tatakrama, dan moralitas anak-anak Imam Sadr dan Hizbullah. Ini merupakan aksi yang benar-benar mencemarkan nama baik.”

Untuk pertama kalinya dalam pemilu parlemen selama sembilan tahun terakhir, Hizbullah dan Gerakan Amal menang telak atas kelompok Kebebasan Nasional (al-Wathani al-Hurr), partai asal Presiden Lebanon Michel Aoun yang beragama Kristen dan partai Masa Depan (al-Mustaqbal) pimpinan Perdana Menteri Saad Hariri yang beragama Muslim Sunni.  (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*