Madinah, LiputanIslam.com –   Sebuah video dramatis tersebar di berbagai media sosial dan dunia maya sejak Jumat (2/3/2018)  yang merekam detik-detik penurunan paksa seorang khatib dari atas mimbar Masjid al-Jabiriyah di kawasan Yanbu al-Bahr yang berada di bawah administrasi kota suci Madinah Al-Munawwarah.

Khatib yang tak dikabarkan namanya itu dipaksa turun dan ditangkap oleh polisi ketika dia sedang berkhutbah Jumat. Dia ditarik dengan kasar setelah dia menolak meninggalkan mimbar.

Para jemaah terlihat hanya melihat apa terjadi di depan mata mereka tanpa bisa berbuat apa-apa di depan polisi, meskipun sempat terdengar seseorang berani berteriak kepada polisi, “Saudara-saudara, ini shalat Jumat, shalat Jumat!”

Para pengguna media sosial Twitter Saudi menyebutkan bahwa khatib diturunkan dengan cara kasar setelah dia “berbicara mengenai keberanian manakala ketakutan mengendalikan semua orang.”

Ada yang menyebutkan bahwa dia “berbicara mengenai kefasikan yang terjadi di Saudi lalu ditarik paksa”, dan ada pula yang menyatakan, “Inilah yang terjadi sekarang setelah imam berkhutbah bahwa perang terhadap Yaman ada kebatilan dan kezaliman terhadap umat Islam sehingga harus dihentikan. Dia ditangkap dan dikeluarkan setelah 20 tahun mengabdi di masjid ini.”

Departemen Urusan Keislaman Kerajaan Arab Saudi dalam statemennya mengenai peristiwa ini menyatakan bahwa orang yang diturunkan dari mimbar itu bukanlah imam masjid, melainkan orang yang “mengalami gangguan jiwa” yang berusaha menghentikan khutbah.

Di Twitter kejadian ini disayangkan dan dikecam oleh banyak orang.

“Penarikan imam masjid dalam khutbah Jumat dari atas mimbar, inilah Visi 2030 di Negeri Haramain. Mana penghormatan kepada masjid-masjid Allah, atau kepada orang tua, dan atau kepada uban di wajahnya??” kecam pengguna akun Bint Al-Ad’am.

Akun lain bernaa Hussam Shorbagi menyatakan bahwa imam masjid itu diperlakukan sedemikian hina karena dia mengecam Putera Mahkota Saudi Mohammad bin Salman. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*