Teheran, LiputanIslam.com –  Kemhan Iran mengumumkan bahwa negara ini telah memulai produksi massal pasawat tempur nirawak  (Unmanned Combat Air Vehicle/UCAV) canggih “Mohajer-6”  yang mampu membawa rudal berpresisi tinggi.

Pada upacara peringatan ulang tahun ke-40 kemenangan revolusi Islam yang dihadiri Menhan Brigjen Amir Hatami di Teheran, Senin (5/2/2018), Kemhan Iran meresmikan produksi massal nirawak tempur Mohajer-6 dan rudal pintar Qaem.

Hatami merinci fitur pesawat tak berawak tersebut dengan mengatakan bahwa Mohajer-6  berkemampuan menjalankan misi pengawasan dan pengintaian dengan jangkauan operasi yang luas dengan sayap yang lebar dan berpresisi tinggi.

Mohajer-6 merupakan nirawak pertama jenis Mohajer yang dipersenjatai dengan sistem persenjataan terkendali dan lebih besar dari jenis keluarga Mohajer lainnya.  Mohajer-4  telah berhasil digunakan selama konflik di Suriah dan Irak, dan kemungkinan juga di Lebanon.

Menhan Iran menjelaskan bahwa Mohajer-6 dipersenjatai dengan rudal Qaem serta dilengkapi dengan berbagai detektor elektro-optik dan hulu ledak yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi, mencegat dan menghancurkan sasaran.

Dalam beberapa tahun terakhir ini Iran telah melakukan terobosan besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada produksi peralatan dan sistem militer vital.

Pada Desember 2016, Angkatan Darat Iran meluncurkan dua pesawat tempur yang dirancang di dalam negeri dan diproduksi pada hari terakhir latihan militer bersandi Mohammad Rasulullah IV di Iran bagian tenggara negara ini.

Satu di antara dua pesawat tersebut, Oqab (Elang), adalah pesawat tempur tempur yang mampu membawa rudal udara ke permukaan. Sedangkan lainnya, Shahin (Falcon) yang telah dikembangkan dan diproduksi dalam proyek Shahid Mohsen Ghotaslou dapat menjalankan misi pengintaian untuk menghimpun informasi mengenai posisi dan pergerakan pasukan musuh serta berkemampuan terbang selama 24 jam.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Oktober 2016 meluncurkan pesawat tempur tempur yang baru diproduksi yang disebut Saeqeh (Halilintar).

Iran juga telah melakukan latihan militer untuk meningkatkan kemampuan pertahanan angkatan bersenjatanya dan untuk menguji taktik militer modern dan peralatan militer mutakhir.

Namun demikian, Iran memastikan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara manapun dan menegaskan bahwa doktrin pertahanannya hanya berbasis pencegahan. (mm/mehrnews/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*