Paris, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tak dapat menahan amarahnya ketika ditanya wartawan mengenai kasus pengiriman senjata Turki ke Suriah.

Dalam jumpa pers bersama Presiden Perancis, Emmanuel Macron, di Paris, Jumat (5/1/2018), wajah Erdogan berubah saat mendapat pertanyaan tentang itu. Dia juga mengangkat tangan dan berulang kali memberi isyarat hendak memotong pertanyaan tersebut.

Dia kemudian berkata, “Ketika Anda melontarkan pertanyaan-pertanyaan Anda, perhatikan baik-baik poin ini, dan jangan bicara dengan lidah orang lain. Ketahuilah bahwa Anda berbicara bukan kepada orang yang akan dapat dengan mudah menerimanya.”

Dia menambahkan, “Anda bertanya demikian kepada saya, tapi mengapa Anda tidak bertanya kepada saya untuk apa Amerika Serikat mengirim 4000 ribu truk yang mengangkut senjata ke Suriah?”

Dia lantas mengatakan bahwa badan intelijen Turki “berhak sepenuhnya” menjalankan misinya.

Rekaman videonya:

Kasus pengiriman senjata Turki tersebut mengemuka pada Januari 2014, yaitu ketika para jaksa di wilayah selatan Turki menemukan dan mengungkap adanya konvoi truk yang bergerak ke Suriah. Mereka mengatakan bahwa iringan kendaraan besar itu milik badan intelijen Turki dan mengangkut senjata.

Hanya saja, pemerintah Turki selanjutnya malah menuduh para penyelidik kasus ini terlibat konspirasi dengan organisasi milik agamawan Fathullah Gulen yang dituduh pemerintah Turki berada di balik aksi kudeta gagal di Turki pada pertengahan tahun 2016.

Koran Turki Cumhuriyet yang memberitakan kasus ini juga kena getahnya. Pengadilan Turki menjatuhkan vonis penjara terhadap pemimpin redaksinya saat itu, Can Dündar, karena dinyatakan telah menyingkap rahasia negara, tapi dia kemudian kabur dari Turki. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*