velayatiTeheran, LiputanIslam.com – Penasehat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran bidang internasional, Ali Akbar Velayati memastikan Teheran sama sekali tidak akan mengizinkan inspeksi asing terhadap pusat-pusat militer Iran atau intervensi terhadap urusan persenjataan yang hendak diproduksi dan dimiliki oleh negara ini.

Sebagaimana dikabarkan Fars News dan dikutip Alalam Selasa (21/7), hal ini diungkapkan Velayati sebagai bantahan atas klaim-klaim Barat bahwa embargo telah memaksa Iran duduk ke meja perundingan.

“Seandainya tekanan mereka itu efektif, tidak mungkin kami sekarang memiliki sentrifugal barang satu unit saja. Padahal, di Dewan Keamanan (PBB) sudah dikonfirmasikan bahwa negara seperti Iran dapat memiliki 5000 perangkat aktif dan melakukan pengayaan uranium. Meski levelnya masih di bawah harapan kami, namun adanya pengakuan secara resmi saja dalam masalah ini dari Dewan Keamanan sudah tergolong satu keberhasilan tersendiri,” katanya.

Mantan menteri luar negeri Iran ini juga menjelaskan bahwa negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semata-mata berkenaan dengan masalah nuklir dan tak ada kaitannya sama sekali dengan masalah-masalah lain seperti negosiasi yang pernah dilakukan antara keduanya dalam beberapa tahun terakhir di bawah payung PBB mengenai isu Afghanistan dan Taliban atau isu Irak.

Menurutnya, belakangan ini Washington juga menunjukkan hasratnya untuk berbicara dengan Iran mengenai Suriah dan Yaman.

“Hanya saja, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran (Grand Ayatullah Ali Khamenei) tidak mengizinkan pejabat Iran mengadakan perundingan dengan AS mengenai hubungan bilateral maupun regional, karena sudah terbukti AS tak dapat dipercaya,” paparnya.

Mengenai klaim AS bahwa kesepakatan nuklir Iran akan dapat menekan kekuatan rudal Iran, Velayati mengatakan, “Iran selamanya tidak akan mundur dari doktrin-doktrin pertahanannya, dan negara ini akan tetap membuat apapun jenis rudal yang dikehendaknya, baik dengan bahan bakar cair maupun padat, baik jarak tempuh pendek maupun jauh.”

Dia memastikan Iran tidak akan ragu-ragu membuat senjata apapun, kecuali senjata-senjata pemusnah massal, terutama nuklir “yang telah diharamkan dalam fatwa Pemimpin Besar Revolusi” dan bom kimia.

“Kecuali senjata-senjata pemusnah massal ini, Iran tak akan ragu-ragu dalam membuat semua jenis senjata semisal rudal Shahab dan Sejjil yang telah dibuat bukan untuk membawa hulu ledak nuklir. Karena itu maka hal ini tidak tercantum dalam pasal-pasal perjanjian,” tuturnya.

Dia juga menegaskan bahwa kebijakan Iran dalam mendukung para pejuang muqawamah (perlawanan terhadap Israel) serta para pejuang Irak dalam perang melawan terorisme tetap akan jalan dan tidak akan pernah bergeser sedikitpun. (mm)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL