Masyhad, LiputanIslam.com –  Penasehat senior Pemimpin Besar Iran urusan internasional, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa eksistensi Iran di Timteng “tak terhindarkan” lagi, dan akan terus mendukung Hizbullah dan resistensi Palestina terhadap Israel.

Dalam sebuah konferensi dukungan untuk intifada Palestina yang di Masyhad, Iran, Kamis (1/2/2018), dia menjelaskan bahwa Iran bangga karena dukungannya kepada kubu resistensi dapat “melumpuhkan agresi Rezim Zionis (Israel) terhadap Gaza dan Lebanon.”

“Hizbullah sekarang berada dalam kondisi di mana para politisi Rezim Zionis berusaha menghindari konflik dengan Hizbullah seperti konfliknya pada Perang Juli,” lanjut Velayati.

Menurutnya, Iran menolak mentah-mentah segala bentuk tekanan yang mengaitkan kesepakatan nuklirnya dengan pembatasan proyek rudal atau eksistensinya di Timteng.

“Eksistensi Iran di kawasan merupakan perkara yang tak dapat dihindari, dan kami akan terus melanjutkannya demi mempertahankan unsur yang lebih efektif di Timteng…. Eksistensi kami di Irak, Suriah, Palestina, dan Lebanon dilakukan sesuai keinginan pemerintah negara-negara ini. Demikian pula jika kami menyokong Yaman, hal ini bertolak dari tugas kemanusian, “ terangnya.

Mengenai serangan Arab Saudi terhadap Yaman, dia mengingatkan bahwa keterlibatan Saudi dalam perang Yaman akan membuat Saudi mengalami petaka seperti yang dialami Amerika Serikat (AS) di Vietnam.

“Arab Saudi hendaknya berharap akan melihat Yaman berubah menjadi Vietnam baginya, “katanya.

Mengenai perkembangan di Suriah, Velayati mengatakan bahwa pemerintah AS pasti akan gagal memecah Suriah seperti kegagalannya dalam upaya serupa di Irak. (mm/rayalyoum/tasnimnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*