Teheran, LiputanIslam.com –  Penasehat senior Pemimpin Besar Iran Ali Akbar Velayati, Rabu (7/2/2018), memastikan bahwa Amerika Serikat (AS) berambisi memecah Suriah melalui pendirian negara Kurdi di seberang timur Sungai Furat untuk kemudian diakui oleh AS. Namun demikian, Velayati juga menegaskan bahwa impian AS itu tidak akan terwujud, sementara Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan AS memang berniat memecah Suriah.

“Republik Islam Iran mendukung integritas teritorial Suriah, dan menolak segala bentuk agresi terhadap wilayah Suriah,” katanya.

Dia berpesan, “Nasihat kami ialah bahwa hendak perbatasan internasional hendaknya dihormati, dan rakyat Suriah sendiri dengan bantuan para sahabatnya, yaitu Hizbullah dan sekutunya, hendaknya mengusir Amerika dari seberang timur Furat.”

Dia menjelaskan bahwa rakyat Suriah dan para sekutunya, termasuk relawan Hizbullah, Haedariyun, Fatemeyun, Zainabiyun dan Iran akan mengerahkan segenap dukungannya untuk mempertahankan Suriah sebagaimana kondisinya semulanya.

“Dapat dipastikan bahwa AS akan gagal dalam upayanya mewujudkan impian keji ini, karena mayoritas rakyat Suriah berkomitmen kepada kesatuan wilayah negaranya,” tegasnya Velayati.

Di hari yang sama Menlu Rusia Sergey Lavrov menyatakan AS melakukan tindakan-tindakan yang bermuara pada disintegrasi Suriah.

“Rencana pemisahan Suriah memang ada. Kami tahu tentang hal itu dan akan bertanya kepada rekan kami AS bagaimana mereka membayangkan semua ini, ” Kata Lavrov dalam pidato pada kontes “Para Pemimpin Rusia” di kota Sochi, Rusia.

Menurutnya, AS bermaksud mengubah alasannya berada di Suriah.

“AS  tampaknya telah meninggalkan jaminan yang diberikan kepada kita bahwa satu-satunya tujuan kehadiran mereka di Suriah adalah untuk mengalahkan teroris,” katanya. (mm/alalam/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*