Baghdad, LiputanIslam.com –  Penesehat Pemimpin Besar Iran urusan luar negeri Ali Akbar Velayati menyatakan bahwa Poros Resistensi yang terdiri atas Iran, Irak, Suriah, dan Lebanon akan menghalau pasukan Amerika Serikat (AS) dari kawasan Suriah di sebelah timur Sungai Furat.

Dalam konferensi pendirian forum Irak untuk persatuan Islam di Baghdad, ibu kota Irak, Minggu (18/2/2018), Velayati menambahkan bahwa Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei tidak akan membiarkan AS dan Zionis mewujudkan ilusinya di kawasan.

Menurutnya, Suriah yang merupakan bagian utama komponen Poros Resistensi sekarang justru lebih tangguh setelah tujuh tahun diterjang konspirasi besar untuk melemahkan atau bahkan mendepaknya dari poros ini. Karena itu, langkah AS sekarang untuk mempertahankan eksistensinya di Suriah ialah mendirikan negara-negara kecil di timur Sungai Furat dan membuat pangkalan-pangkalan militer di kawasan yang dikuasai oleh milisi Kurdi sekutunya, termasuk di pangkalan udara militer Tabaqa di Raqqa, Suriah utara, dan Al-Tanaf di wilayah perbatasan Suriah-Irak.

“Amerika harus tahu bahwa Poros Resistensi yang terdiri atas Iran, Irak, Suriah, dan Lebanon (Hizbullah) akan mengusir pasukan AS dari timur Furat di Suriah. Jika AS berhasil memecah belah Suriah maka langkah selanjutnya ialah memecah Turki, Irak, Iran, dan berbagai negara Islam lainnya,” ujar Velayati.

Karena itu, lanjutnya, Iran tidak akan membiarkan AS melalukan tindakan yang bertujuan memutus jalur Poros Resistensi Teheran-Baghdad-Damaskus-Beirut.

“Amerika dan Zionis pada akhirnya akan kalah di Irak, Suriah, dan Lebanon. Insya Allah, mereka juga akan kalah di Yaman. Amerika ingin membangun pangkalan NATO di negara-negara Islam untuk mencegah terwujudnya persatuan Islam. Tapi yakinlah bahwa Pemimpin Besar Revolusi Islam tidak akan membiarkan ilusi orang-orang Amerika dan Zionis menjadi kenyataan,” tegas Velayati.

Mengenai peristiwa penambak jatuhan jet tempur F-16 milik Israel oleh Suriah, mantan menlu Iran ini mengatakan bahwa perubahan keseimbangan militer memang sudah berproses, dan peristiwa yang terjadi Sabtu pekan lalu itu bukanlah bagian terakhir proses ini. (mm/alalam

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*