Teheran, LiputanIslam.com –  Penasehat pemimpin besar Iran urusan internasional Ali Velayati menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dalam wakyu dekat ini akan terpaksa keluar dari kawasan seberang timur Sungai Furat, Suriah.

Dalam pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi Suriah Atif Nadaf di Teheran, ibu kota Iran, Selasa (3/7/2018), Velayati menyinggung kemenangan-kemenangan terbaru Pasukan Arab Suriah (SAA) di Suriah selatan.

“Saya mengucapkan selamat  kepada Anda atas kemenangan pemerintah dan rakyat Suriah di berbagai kancah pertempuran, terutama kemenangan terbaru di kawasan strategis Daraa… Musuh utama Iran dan Suriah adalah AS, Israel, dan negara-negara reaksioner di kawasan yang telah sedemikian menjadi-jadi dalam memusuhi pemerintah independen dan rakyat Suriah,” ujarnya.

Velayati melanjutkanbahwa AS datang tanpa mengantongi mandat Dewan Keamanan PBB ataupun undangan dari pemerintah Suriah yang sah, dan kemudian menebar ribuan pasukannya di kawasan timur Furat.

“Tak syak lagi bahwa kemenangan terbaru SAA di kawasan selatan merupakan pendahuluan dan titik tolak baru untuk mencetak kemenangan-kemenangan selanjutnya di kawasan timur Furat yang akan berdampak pada mundurnya AS dari kawasan ini,” katanya.

Velayati menilai tindakan-tindakan yang telah ditempuh SAA akan segera dapat meringankan dampak kejahatan AS terhadap bangsa Suriah.

Dia juga mengatakan, “Belakangan ini tentara AS di Suriah tenggara telah membom pasukan Irak dan Suriah hingga menggugurkan sejumlah warga Suriah dan Irak. Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan pembalasan bangsa Irak dan Suriah atas perbuatan itu.” (mm/rayalyoum/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*