Teheran, LiputanIslam.com –  Mantan menlu Iran Ali Akbar Velayati menyatakan Amerika Serikat (AS) telah gagal menghadapi poros resistensi yang bertolak dari Iran hingga Lebanon. Dia juga menilai pernyataan para pejabat Saudi sebagai pertanda mereka tidak matang dalam melihat situasi Iran dan kawasan Timteng.

Tokoh Iran yang kini menjadi ketua Pusat Kajian Strategi ini juga mengatakan bahwa perselisihan Saudi dengan Qatar menunjukkan kedangkalan diplomasi Saudi dan ketidak mampuannya hidup damai dan harmonis dengan negara-negara jirannya.

Menurutnya, apa yang dinyatakan Saudi tidak lebih dari sebatas klaim sehingga akan lebih relevan jika tidak ditanggapi.

Dia menilai Saudi terbelit banyak problema dalam beberapa tahun terakhir karena Kemlunya tidak profesional dan kompeten.

“Para pejabat Saudi terkadang melontarkan pernyataan-pernyataan yang menunjukkan ketidak tahuannya tentang Iran dan kawasan, karena itu mereka tak mampu melindungi keamanan dirinya,” ungkap Velayati.

Dia menambahkan bahwa Kerajaan Saudi merupakan pemerintahan pola Abad Pertengahan yang belum lama ini telah menghamburkan dana miliaran USD dari baitul mal umat Islam hanya untuk mengundang Presiden AS Donald Trump.

“Saudi kemudian mengklaim telah membentuk aliansi negara-negara Islam, tapi ternyata tidak mendapat respon kecuali dari sedikit negara kecil yang memang mendapat bantuan darinya,” ungkap Velayati.

Dia kemudian mengatakan bahwa AS gagal di Irak dan Suriah, dan bahwa kerjasama pasukan (relawan) al-Hashd al-Shaabi dan tentara Irak dengan tentara Suriah di perbatasan antara kedua negara akan menjadi satu kemenangan strategis bagi para sekutu Iran dan “poros resistensi yang bertolak dari Teheran ke Irak, Suriah, dan Lebanon untuk menghadapi entitas Zionis.”

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa lawan-lawan Iran, termasuk Amerika Serikat (AS), resah menyaksikan kebesaran Iran yang semakin nyata dibanding sebelumnya, sementara bangsa Iran akan terus mematahkan semua konspirasi mereka.

Dalam pertemuan pimpinan lembaga tertinggi negara Iran dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam  Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Senin malam waktu setempat (11/7/2017), dia menambahkan, “Kita harus memantau rencana dan konspirasi baru musuh, tapi tentu konspirasi ini bukanlah sesuatu yang baru bagi bangsa Iran, dan bangsa kita telah berjaya dalam berbagai peristiwa yang jauh lebih sulit dan rumit di depan rencana-rencana musuh, dan selanjutnyapun kita juga akan berjaya,” ungkapnya. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL