Teheran, LiputanIslam.com – Penasehat pemimpin besar Iran urusan luar negeri Ali Akbar Velayati menyatakan bahwa anak-anak Rafik Hariri yang telah mundur dari jabatan perdana menteri Lebanon ditahan sebagai sandera di Arab Saudi.

Dalam wawancara dengan TV Iran, Senin (20/11/2017), Velayati mengatakan bahwa Hariri segera ditahan begitu tiba di Saudi kemudian dipaksa membacakan pernyataan pengunduran diri, dan sekarang anak-anaknya ditahan sebagai sandera di Saudi yang sejak awal bermaksud membangkitkan gejolak di Lebanon.

Velayati menjelaskan bahwa Saudi semula memperkenankan pendekatan antara kubu 14 Maret dan kubu 8 Maret hingga kemudian terbentuklah pemerintah Lebanon. Hariri sebelumnya tak pernah berbicara soal pengunduran diri, tapi Saudi kemudian mencoba membuat skenario baru untuk Lebanon setelah kelompok teroris ISIS kalah di Suriah dan Irak sehingga terjadilah heboh pengunduran diri Hariri yang dinyatakan justru saat berada di Riyadh, ibu kota Saudi, pada 4 Nomber lalu.

Menurutnya, rakyat Lebanon dan presiden negara ini, Michel Aoun, serta Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah dapat mematahkan skenario Riyadh itu, dan Saudi bersama Amerika Serikat (AS) dan Perancis berusaha menjalankan rencana-rencananya di kawasan, terutama Lebanon.

Mengenai Suriah, Velayati mengatakan bahwa AS telah mendirikan 12 pangkalan militer di timur Sungai  Furat, dan menggunakan jet-jet tempurnya untuk melindungi ISIS dalam pertempuran di kota Abu Kamal di wilayah perbatasan Suriah-Irak.

Velayati menyerukan keharusan “mewaspadai” rencana-rencana susulan AS, Perancis dan Saudi setelah ISIS kalah di Suriah dan Irak.

Dia menambahkan bahwa pengangkatan isu rudal Iran dan eksistensi Iran di kawasan merupakan upaya tiga negara ini untuk menerapkan rencana-rencana susulan itu, dan mereka ingin melucuti senjata Iran demi menamatkan riwayat kubu muqawamah (resistensi anti Zionis Israel). (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL