yaman Ismail Ould Cheikh AhmedNewYork, LiputanIslam.com –  Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengaku sangat kecewa terhadap penolakan semua pihak yang bertikai di negara ini terhadap prakarsa damai Yaman. Dia bahkan menganggap para elit politik Yaman telah menyandera nasib rakyatnya.

Kepada wartawan usai sidang khusus Dewan Keamanan PBB mengenai Timteng, termasuk Yaman, di New York, Amerika Serikat, Senin (31/10/2016), dia mengaku sangat pessimis dan gamang akibat perkembangan tersebut.

“Ketika jutaan rakyat Yaman berada dalam kondisi yang tragis, dan jutaan orang memerlukan bantuan kemanusiaan, penolakan itu tak ubahnya dengan penyanderaan rakyat negara ini oleh para elit politiknya,” katanya.

Dia mengimbau para delegasi masing-masing pihak yang bertikai di Yaman agar tidak mengulur-ulur waktu lagi.

“Mereka harus memikirkan nasib jutaan rakyat yang menderita dan terancam musnah. Mereka harus membuka diri dan lebih kompromistis demi mencarikan solusi bagi krisis negara ini,” lanjutnya.

Cheikh Ahmed menerangkan bahwa prakarsa damai dirancang berdasarkan resolusi 2216 Dewan Keamanan PBB serta dialog nasional Yaman dan gagasan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Dia juga mengingatkan bahwa krisis Yaman tidak bisa dipecahkan kecuali melalui jalur dialog. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL