Jenewa, LiputanIslam.com –   Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengimbau kubu oposisi Suriah manyadari bahwa mereka “tidak akan memenangi perang”, sementara kepada pemerintah Suriah dia meminta tidak berbicara tentang soal menang dan kalah.

“Saya tahu bahwa Anda banyak mendengar ungkapan  ‘proses politik’, tapi apakah pemerintah Suriah siap untuk berunding pasca pembebasan Deir Ezzor dan Raqqa, ataukah hanya cukup mengibarkan bendera kemenangan? Apakah kubu oposisi akan dapat bersatu dan realistis untuk menyadari bahwa mereka tidak akan memenangi perang? Sekarang siapapun tak dapat mengatakan bahwa oposisi memenangi perang,” ujar de Mistura.

Menurutnya, hal yang perlu diprioritaskan sekarang ialah melanjutkan proses pengadaaan kawasan de-eskalasi di Suriah, dan upaya pencapaian kesepakatan gencatan senjata yang menyeluruh tidak mungkin akan berkelanjutan kecuali melalui “proses politik”.

Dia menekankan urgensi negosiasi politik “demi menghindari masa depan yang suram” bagi Suriah, terutama berkenaan dengan kebangkitan lagi ISIS dan merebaknya perang gerilya.

PBB sebelumnya telah memprakarsai perundingan di Jenewa, tapi gagal akibat adanya perselisihan mengenai masa depan Bashar al-Assad.

Mengenai Deir Ezzor dia mengatakan tak lama lagi kota ini terbebaskan dari pendudukan ISIS karena pada Selasa lalu tentara Suriah dan sekutunya sudah mencapai kota ini. Sedangkan mengenai Raqqa yang menjadi “ibu kota” bagi ISIS, dia mengatakan bahwa pembebasan kota ini oleh Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang didukung oleh AS bisa terjadi dalam beberapa hari atau minggu mendatang.

Perang di Suriah pecah sejak tahun 2011, dan dilaporkan telah menjatuhkan korban tewas sebanyak 330 ribu orang, sementara separuh penduduk Suriah terpaksa mengungsi. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL