London, LiputanIslam.com –   Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menyatakan bahwa kelompok teroris ISIS sudah mendekati kekalahan di markas terakhirnya di Suriah sehingga menjadi awal dari proses berakhirnya perang  Suriah, namun dia mengingatkan dampak tidak adanya solusi politik di negara ini.

Kepada Radio BBC, Jumat (1/9/2017), dia mengatakan, “Menurut saya, apa yang kami lihat adalah awal dari proses berakhirnya perang ini. Apa yang perlu kita jamin ialah bahwa ini juga merupakan awal perdamain, dan inilah tantangan yang mengemuka dewasa ini.”

Dia menyebutkan tiga nama provinsi Suriah yang hingga kini masih belum stabil, yaitu Raqqa, Deir Ezzor, dan Idlib , namun dia berharap ISIS di markas-markas terakhirnya akan kalah dalam beberapa pekan mendatang.

Dia menduga kuat bahwa tentara Suriah dan sekutunya akan dapat membebaskan provinsi Deir Ezzor pada akhir September mendatang atau paling lambat awal Oktober mendatang, sedangkan Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat akan dapat merebut kembali Raqqa pada akhir Oktober mendatang.

Mengenai Idlib, dia menyebut kawasan ini masih “penuh dengan anasir Jabhat al-Nusra yang merupakan organisasi al-Qaidah itu sendiri.”

Dia mengingatkan resiko kemunculan kembali kelompok-kelompok bersenjata di Suriah sebagaimana terjadi di Irak apabila tidak ada proses politik yang bermuara pada pembentukan pemerintahan yang inklusif di Suriah. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL