pbb staffan de misturaLondon, LiputanIslam.com –   Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, Kamis (15/12/2016), mengaku kuatir kota Idlib yang menjadi basis kubu pemberontak Suriah akan menjadi Aleppo jilid 2.

Seperti diketahui, kawanan pemberontak dan teroris kalah perang di Aleppo melawan pasukan Suriah dan sekutunya sehingga mereka kemudian menyerah dan dievakuasi dari Aleppo timur menuju Idlib yang masih dikuasai oleh rekan-rekan mereka.  Peristiwa ini menandai kemenangan besar bagi pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad. (Baca: Gencatan Senjata Diterapkan, Kawanan Bersenjata Menyingkir Dari Aleppo)

Berbicara bersama Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault, de Mistura mengatakanbahwa  di Aleppo timur masih terdapat sekira 50.000 orang, dan untuk memastikan kelancaran proses, PBB perlu diberi izin mengirim lebih banyak pengamat ke kota ini untuk menjamin tidak ada pembalasan dan memastikan bantuan telah didistribusikan

“Ada sekitar 50.000 orang, termasuk 40.000 warga sipil yang akan pergi ke Aleppo barat. Bagi kita perlu hadir untuk memastikan mereka tidak terganggu,” kata de Mistura, sesuai dengan narasi dan klaim negatif yang selama ini berkembang operasi tentara Suriah, terutama di Aleppo. (Baca: Gempita “Tragedi Kemanusiaan” Ketika Aleppo Bebas)

Dia mengatakan bahwa sisanya yang berjumlah 10.000 orang terdiri atas 1.500 – 5.000 militan dan keluarga mereka, yang akan dievakuasi ke kota utara Idlib.

Dia juga menambahkan bahwa pengamat PBB saja tidak cukup  untuk memantau situasi di lapangan dewasa ini.

Senada dengan ini,  Ayrault, yang negara menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan U.N. untuk membahas Aleppo, Kamis,  berharap para anggota dewan ini Jumat bisa setuju untuk pengerahan pemantau secepatnya. (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL