Sanaa, LiputanIslam.com –  Tentara Yaman loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang didukung oleh Komite Rakyat yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah telah melancarkan serangan misil dan artileri secara masif terhadap beberapa pos dan pangkalan militer Saudi di wilayah perbatasan kedua negara, mengakibatkan kerugian jiwa dan materi pada pihak Saudi, Minggu (22/1/2017).

Bersamaan dengan ini, pasukan loyalis presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansor Hadi yang didukung serangan udara koalisi pimpinan Saudi juga melancarkan serangan untuk merebut daerah pesisir Laut Merah, menjatuhkan puluhan korban tewas dari kedua belah pihak.

TV al-Masirah milik Ansarullah Yaman yang bersekutu dengan tentara loyalitas mantan presiden Ali Abdullah Saleh mengklaim serangan itu menerjang pangkalan-pangkalan Tabat al-Hamrah, al-Qamamah, Qaem Zabid, al-Shabaka, al-Kers, dan kamp militer stategis al-Ghaviyeh, dan mengakibatkan hancur dan atau rusaknya banyak kendaraan lapis baja dan perlengkapan militer Saudi.

Dilaporkan pula serangan itu juga menewaskan dan melukai puluhan tentara Saudi, sementara pasukan Saudi yang tersisa melarikan diri basis mereka, meninggalkan beberapa persenjataan yang hangus dan berlindung di kota al-Khobe, provinsi Jizan.

PasukanYaman itu juga berhasil merebut sejumlah besar senjata dari pangkalan selama serangan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut.

Pasukan Yaman itu juga menewaskan sedikitnya 14 tentara bayaran Saudi dan melukai 22 lainnya dalam pertempuran di dekat Selat Bab al-Mandab , Yaman barat daya.

Di pihak lain, jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan lebih dari 100 kali serangan udara di al-Mikha, provinsi Hudaida, Yaman, sejal Sabtu malam hingga Minggu kemarin (21-22/1/2017).

Selain itu, kawasan al-Raudhah di utara Sanaa, ibu kota Yaman, fakultas kedokteran di daerah al-Salif, provinsi Hudaida, kawasan al-Khazain, provinsi Saadah, dan daerah Sarwah, provinsi Marib, juga berulang kali mendapat serangan udara Saudi.

Menghebatnya pertempuran ini terjadi justru ketika Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmad tiba di Sanaa, Minggu, untuk merundingkan penyelesaian krisis Yaman.

Pasukan loyalis presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bermusuhan dengan milisi Ansarullah (Houthi) dan loyalis Saleh sejak Juli 2015 berhasil menguasai lima provinsi di Yaman selatan, tapi setelah itu mereka kesulitan untuk memperluas wilayah kekuasaan, meskipun didukung pasukan koalisi pimpinan Saudi.

Sekarang pasukan loyalis Hadi dan pasukan koalisi sekutunya melancarkan operasi militer bersandi “Panah Emas” (al-Rimh al-Dzahabi) untuk mengusir pasukan Ansarullah dari kawasan yang membentang sepanjang 450 km di pesisir Laut Merah. Dalam rangka ini mereka bermaksud mengasai daerah Dabab kemudian kota al-Mukha, dan selanjutnya maju menuju Hudaida dan kawasan Midi di dekat perbatasan Saudi.

Sumber koalisi pimpinan Saudi mengklaim bahwa dalam operasi ini 52 pasukan Ansarullah dan 14 pasukan loyalis Hadi terbunuh. (mm/irna/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL