Teheran, LiputanIslam.com –   Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Irak Letjen Othman al-Ghanmi tiba di Teheran, ibu kota Iran, Rabu (27/9/2017), tak lama setelah diumumkannya hasil referendum kontroversial kemerdekaan Kurdistan Irak.

Dalam pertemuan dengan sejawatnya di Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, al-Ghanmi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan militer Iran secara kontinyu kepada Irak.

“Kami yakin bahwa Iran akan terus mendukung Irak sampai batas akhir,”  katanya.

Dalam kunjungan ini dia akan menyerahkan surat Perdana Menteri Irak Haider Abadi kepada Presiden Iran Hassan Rouhani.

Sementara itu, usai pertemuan dengan al-Ghanmi, Bagheri mengatakan kepada wartawan bahwa Iran menolak pemisahan Kurdistan dari Irak.

“Dalam pertemuan ini kami telah berbicara mengenai tidak ada pengakuan terhadap referendum Kurdistan Iran, dan kami nyatakan bahwa pengubahan geografi Irak dan pemisahan bagian manapun darinya tak dapat diterima dan tidak akan kami akui,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisi Tinggi Pemilu dan Referendum Kurdistan di hari yang sama mengumumkan hasil referendum itu dengan menyatakan bahwa 92,7 persen suara menyetujui kemerdekaan wilayah Kurdistan dari Irak.

Dilaporkan bahwa tingkat partisipasi dalam referendum yang diselenggarakan Senin lalu (25/9/2017) ini mencapai 72,16 persen.

Referendum Kurdistan telah berlangsung  di lima provinsi Arbil, Solaimaniyah, Dahuk, Kirkuk, dan Halabja serta beberapa kawasan berpenduduk Kurdi lain yang berada di luar wilayah otonomi Kurdstan.

Menurut komisi tersebut, pemungutan suara telah sukses tanpa pelanggaran maupun insiden kekerasan, serta disaksikan oleh para pengamat, dan diikuti oleh 3,305,925 orang, sementara jumlah total penduduk Kurdi yang berhak pilih berjumlah 4,581,255 orang. (mm/alalam/rayalyoum)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL